WARTAGARUT.COM – Destry Damayanti resmi menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto ke DPR RI pada Senin (10/8/2026).
Nama Destry diajukan untuk mengisi posisi Gubernur BI definitif setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Pengusulan tersebut menempatkan Destry sebagai kandidat utama untuk memimpin bank sentral Indonesia.
Sebelum masuk proses pencalonan definitif, Destry telah menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) terkait calon Gubernur BI kepada pimpinan DPR RI pada Senin.
Presiden Prabowo hanya mengusulkan satu nama untuk posisi Gubernur BI, yakni Destry Damayanti.
Pemerintah juga menyampaikan usulan untuk posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI lainnya.
Destry Punya Pengalaman Panjang di Sektor Keuangan
Destry Damayanti bukan nama baru dalam dunia ekonomi dan keuangan Indonesia.
Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Desember 1963, tersebut menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Karier Destry di sektor ekonomi dimulai jauh sebelum masuk ke Bank Indonesia.
Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003.
Destry kemudian menjalani aktivitas sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.
Pengalamannya di sektor keuangan semakin luas ketika dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.
Setelah itu, ia menjabat Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.
Pada periode 2014-2015, Destry juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.
Kariernya kemudian berlanjut ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Destry menjadi anggota Dewan Komisioner LPS untuk periode 2015-2019.
Masuk Bank Indonesia Sejak 2019
Pengalaman Destry di sektor keuangan kemudian membawanya ke Bank Indonesia.
Ia pertama kali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 untuk masa jabatan 2019-2024. Destry dilantik pada 7 Agustus 2019.
Setelah masa jabatan tersebut berakhir, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.
Ia kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Posisi tersebut kemudian membuat Destry menjadi figur yang berada di lingkaran pimpinan bank sentral ketika terjadi pergantian kepemimpinan BI pada Juli 2026.
Ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI
Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada akhir Juli 2026.
Setelah pengunduran diri tersebut diterima pemerintah, Destry yang saat itu menjabat Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.
Pemerintah menjelaskan bahwa mekanisme tersebut sesuai dengan ketentuan mengenai penggantian sementara Gubernur BI ketika pejabat definitif mengundurkan diri.
Dalam posisi tersebut, Destry melanjutkan tugas kepemimpinan bank sentral selama proses penentuan Gubernur BI definitif berlangsung.
Kini, setelah Presiden Prabowo mengajukan namanya sebagai calon tunggal, Destry memasuki tahap berikutnya, yakni proses politik di DPR RI.
Berpeluang Jadi Perempuan Pertama Pimpin BI
Jika nantinya memperoleh persetujuan DPR dan ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif, Destry berpeluang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif.
Reuters menyebut pencalonan Destry sebagai kandidat tunggal juga disambut positif oleh pasar.
Rupiah menguat setelah pengumuman tersebut dan mencapai level terkuat terhadap dolar AS sejak 18 Juni 2026.
Pada perdagangan Senin (10/8/2026), rupiah ditutup menguat sekitar 0,79 persen ke level Rp17.755 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg yang dikutip sejumlah media.
Penguatan tersebut tidak hanya dipengaruhi pencalonan Destry, tetapi juga faktor lain, termasuk pergerakan dolar AS.
Respons pasar tersebut menjadi salah satu perkembangan penting setelah pemerintah memberikan kepastian mengenai kandidat yang akan mengisi posisi Gubernur BI.
Menunggu Proses di DPR
Meski telah menjadi calon tunggal yang diusulkan Presiden, Destry belum otomatis menjadi Gubernur BI definitif.
Nama tersebut masih harus melalui mekanisme yang berlaku di DPR RI, termasuk uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
DPR sebelumnya telah menyatakan proses uji kelayakan calon Gubernur BI akan dilakukan setelah masa reses berakhir.
Dengan pengalaman panjang di sektor ekonomi, keuangan, LPS, serta Bank Indonesia, Destry kini menghadapi tahapan penting sebelum posisi Gubernur BI definitif dapat dipastikan.
Jika proses di DPR berjalan sesuai mekanisme dan pencalonannya memperoleh persetujuan, Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif sekaligus melanjutkan kepemimpinan bank sentral pada periode yang menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah, sistem keuangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.***
Penulis : Soni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar