WARTAGARUT.COM – Universitas Garut (Uniga) mewisuda 1.160 lulusan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (14/2/2026), sekaligus mencatat rekor wisuda terbesar sepanjang sejarah kampus dan menegaskan komitmen menuju visi kampus unggul 2040.
Sidang terbuka yang digelar di Kampus 1 Universitas Garut, Jalan Prof. K.H. Cecep Syarifudin, Tarogong Kaler, berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.
Rektor Universitas Garut, Dr. H. Irfan Nabhani, S.E., M.T., menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam perjalanan institusi yang kini memasuki usia ke-28 tahun.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik. Ini adalah rekor pelaksanaan wisuda dengan jumlah lulusan di atas seribu dan menjadi refleksi pertumbuhan Universitas Garut,” ujar Irfan dalam sambutannya.
Ia menuturkan, Dari total 1.160 wisudawan, sebanyak 54 lulusan berasal dari Program Pascasarjana. Fakultas Ekonomi menyumbang lulusan terbanyak dengan 320 orang. Disusul Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan 186 orang, Fakultas MIPA 184 orang, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informasi 133 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 74 orang, Fakultas Kewirausahaan 71 orang, Fakultas Pertanian 79 orang, serta Fakultas Teknik 59 orang.
Jumlah tersebut menandai peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.
“Kepada seluruh wisudawan, hari ini saudara berdiri setara sebagai lulusan Universitas Garut dengan tanggung jawab menjaga nama baik almamater,” tegas Irfan.
Pada momentum wisuda ini, Rektor juga menegaskan perubahan visi Universitas Garut menuju 2040 menjadi universitas unggul, inovatif, dan berdaya saing lokal yang berakar pada kearifan lokal.
Menurutnya, kemajuan institusi tidak boleh lepas dari identitas daerah.
“Kemajuan tidak harus meninggalkan jati diri. Kami ingin lulusan mampu berdialog dengan dunia global tanpa kehilangan kepekaan terhadap persoalan lokal,” katanya.
Universitas Garut saat ini memiliki 6.371 mahasiswa aktif dengan 1.509 mahasiswa baru pada tahun akademik 2025/2026.
Kampus ini juga menyalurkan 687 beasiswa KIP Kuliah yang masih berjalan, ditambah bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Garut kepada 257 mahasiswa serta 126 mahasiswa dalam program Satu Desa Satu Sarjana.
“Beasiswa adalah instrumen keadilan sosial. Pendidikan tinggi harus menjadi ruang mobilitas sosial,” jelas Irfan.
Dari sisi mutu akademik, kata Ia, Universitas Garut telah meraih akreditasi institusi peringkat B. Pada 2025, Program Studi Magister Administrasi Publik dan Teknik Elektro S1 meraih status akreditasi unggul. Kampus ini juga membuka Program Doktor Administrasi Publik—satu-satunya di Priangan Timur.
Selain itu, meneurtu Irfan, Universitas Garut terus memperkuat kualitas dosen bergelar doktor dan guru besar. Kampus juga mengimplementasikan sistem pembelajaran berbasis digital melalui learning management system untuk menjawab perubahan zaman dan ekspektasi publik.
“Gelar akademik bukan sekadar simbol pencapaian intelektual, tetapi amanah untuk mengabdi dengan integritas,” ujar Irfan.
Dengan rekor 1.160 lulusan dan arah kebijakan menuju kampus unggul 2040, Universitas Garut menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkembang pesat di Priangan Timur dan Jawa Barat.***














