Membanggakan! Siswi SMK Muhammadiyah Garut Juara 3 Cipta Puisi FLS3N Kabupaten Garut
WARTAGARUT.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMK Muhammadiyah Garut. Salah satu siswinya, Dinda Nur Rizkina, berhasil meraih Juara 3 cabang Cipta Puisi dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMK se-Kabupaten Garut tahun 2026 yang digelar MGMP Seni Budaya SMK Kabupaten Garut di SMK Negeri 1 Garut pada 30 April 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan secara resmi dan disampaikan kembali oleh Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I., di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Jendral Ahmad Yani No.257, Wetan, Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Rabu (6/5/2026).
Yan Yan Hermawan menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian siswinya tersebut. Menurutnya, prestasi di bidang sastra menjadi bukti bahwa siswa SMK Muhammadiyah Garut tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan vokasi, tetapi juga mampu menunjukkan daya saing di bidang seni literasi.
“Alhamdulillah, ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMK Muhammadiyah Garut. Prestasi Dinda menunjukkan bahwa siswa kami mampu berkreasi, berpikir kritis, dan menuangkan gagasan melalui karya sastra,” ujarnya.
Ia menilai, lomba cipta puisi bukan sekadar adu kemampuan merangkai kata, tetapi juga menguji kedalaman berpikir, kepekaan rasa, serta keberanian siswa dalam menyampaikan pesan melalui tulisan.
Menurutnya, keberhasilan Dinda Nur Rizkina menjadi motivasi baru bagi siswa lainnya agar terus mengembangkan bakat di berbagai bidang, termasuk seni dan sastra yang selama ini menjadi ruang penting pembentukan karakter.
“Sekolah tentu tidak hanya mengejar nilai akademik. Kami juga ingin siswa punya kepekaan, kreativitas, dan keberanian tampil. Prestasi ini menjadi bukti pembinaan karakter melalui seni berjalan dengan baik,” katanya.
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) sendiri merupakan ajang tahunan bergengsi yang mempertemukan pelajar-pelajar berbakat dari berbagai SMK di Kabupaten Garut.
Cabang cipta puisi menjadi salah satu kategori yang menuntut kemampuan imajinasi, kekuatan bahasa, dan pesan moral dalam karya.
Di tengah dominasi sekolah kejuruan yang identik dengan keterampilan teknis, keberhasilan SMK Muhammadiyah Garut menembus podium FLS3N menunjukkan bahwa ruang kreativitas sastra tetap tumbuh subur di kalangan siswa.
Yan Yan menegaskan pihak sekolah akan terus mendorong pengembangan minat dan bakat peserta didik secara seimbang, baik di bidang kejuruan, akademik, maupun non-akademik.
“Insya Allah prestasi ini menjadi pemantik agar siswa lain semakin percaya diri untuk berkompetisi dan membawa nama baik sekolah di level yang lebih tinggi,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















