WARTAGARUT.COM – MAN 2 Garut Plus Keterampilan meluluskan 100 persen siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 140 siswa seluruhnya dinyatakan lulus, namun pihak madrasah menegaskan agar momen bahagia tersebut tidak dirayakan dengan konvoi, corat-coret seragam, maupun aksi euforia berlebihan yang justru merugikan diri sendiri dan mencoreng nama baik sekolah.
Imbauan itu disampaikan Plt Kepala MAN 2 Garut Plus Keterampilan, H. Wawan Setiana, S.S., M.Pd., saat ditemui di MAN 2 Garut, Jalan Pembangunan No.144, Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (6/5/2026), menjelang pengumuman resmi kelulusan siswa.
Menurut H Wawan Setiana, rasa syukur atas kelulusan harus diwujudkan secara positif dan bermartabat, bukan melalui tindakan yang mubazir maupun membahayakan.
“Himbauan kami selaku madrasah kepada anak-anak kami ketika telah menerima kelulusan, syukuri apa pencapaian kalian, tidak melaksanakan konvoi-konvoi di jalan, tidak melakukan euforia yang berlebihan, apalagi corat-coret di pakaian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian pelajar yang mewarnai rambut, mencoret seragam dengan pilox, hingga turun ke jalan secara berlebihan saat kelulusan.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak memberi manfaat apa pun.
“Karena akan lebih bermanfaat ketika pakaiannya itu diberikan kepada saudara-saudaranya atau teman-temannya yang memerlukan ketimbang dicoret-coret pakai pilox. Sesuatu yang mubazir menurut kami,” katanya.
Fenomena konvoi dan corat-coret saat pengumuman kelulusan memang hampir selalu menjadi perhatian setiap tahun.
Kementerian Agama sebelumnya juga berkali-kali mengimbau madrasah agar mengarahkan peserta didik merayakan kelulusan dengan kegiatan sosial, doa bersama, atau aksi berbagi demi menghindari gangguan ketertiban dan potensi kecelakaan.
H Wawan menegaskan, pihak madrasah ingin seluruh alumni MAN 2 Garut menjaga nama baik pribadi maupun institusi setelah dinyatakan lulus.
Ia meminta para siswa bergembira sewajarnya tanpa tindakan yang menodai pencapaian akademik yang sudah diraih selama tiga tahun.
“Bersikap sewajarnya saja, bersyukur telah lulus dari MAN 2 Garut, bergembiralah sewajarnya, jangan berlebihan, jangan melakukan sesuatu tindakan yang mencederai, menodai nama baik pribadi dan nama baik madrasah,” tegasnya.
Kelulusan 100 persen ini, lanjut dia, menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah karena seluruh siswa berhasil menuntaskan pendidikan.
Namun Wawan menilai keberhasilan itu akan terasa lebih bermakna apabila diiringi sikap dewasa, rasa syukur, dan kepedulian sosial dari para lulusan.
“Alhamdulillah 100 persen lulus, sejumlah 140 siswa semuanya dinyatakan lulus. Semoga kelulusan ini menjadi awal langkah baik bagi masa depan mereka,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni

















