WARTAGARUT.COM – MAN 2 Garut Plus Keterampilan menggelar uji kompetensi (Ujikom) bagi siswa kelas XII program keterampilan tata busana dan informatika komputer di kampus MAN 2 Garut, Jalan Pembangunan No.144, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (6/5/2026), sebagai upaya membekali lulusan dengan sertifikat keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Plt Kepala MAN 2 Garut, H. Wawan Setiana, S.S., M.Pd., mengatakan pelaksanaan Ujikom ini menjadi langkah strategis agar siswa tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi terukur.
Menurutnya, sertifikat dari Balai Latihan Kerja (BLK) akan menjadi nilai tambah saat siswa melamar pekerjaan.
“Mudah-mudahan pelaksanaan Ujikom ini menjadi bekal bagi para siswa ketika mereka memasuki dunia kerja. Mereka memiliki sertifikat keahlian yang bisa digunakan sebagai modal, terutama bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama tiga tahun pembelajaran, siswa telah dibekali keterampilan yang kini diuji secara langsung.
Menurutnya, hasil Ujikom menjadi bukti nyata kemampuan siswa dalam menguasai bidang keahlian masing-masing.
Sementara itu, Asesor BLK Garut untuk bidang tata busana, Afriko Yaldi, menjelaskan bahwa penilaian dalam Ujikom mencakup tiga aspek utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau attitude.
Ia menilai, ketiga aspek tersebut harus terpenuhi agar siswa dinyatakan kompeten.
“Yang paling dominan sekarang justru attitude. Dunia kerja menilai itu sebagai faktor utama. Skill dan pengetahuan bisa dilatih, tapi attitude adalah kebiasaan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan proses penilaian dilakukan melalui tiga tahapan, mulai dari persiapan, proses praktik menjahit, hingga tahap finishing.
Hasil akhir akan menentukan apakah siswa layak mendapatkan sertifikat kompetensi.
Di sisi peluang kerja, Afriko menyebut bidang tata busana memiliki prospek besar di Kabupaten Garut.
Menurutnya, selain peluang di industri garmen yang terus berkembang, siswa juga bisa membuka usaha mandiri dari rumah.
“Peluangnya sangat besar. Dengan skill yang sudah dimiliki, cukup dengan modal mesin jahit, mereka bisa langsung berwirausaha,” katanya.
Guru keterampilan tata busana MAN 2 Garut, Elis Siti Kholisoh, menambahkan bahwa Ujikom tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mental siswa agar siap menghadapi dunia kerja.
“Kami melatih mereka agar tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kesiapan mental untuk bekerja atau berwirausaha setelah lulus,” ujarnya.
Untuk program informatika komputer, asesor BLK Garut Ahmad Maftuh menjelaskan bahwa uji kompetensi difokuskan pada kemampuan dasar operator komputer, seperti penggunaan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint.
Menurutnya, keterampilan tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja, khususnya di bidang administrasi perkantoran.
“Ini keterampilan dasar yang wajib dimiliki. Kami validasi agar mereka benar-benar siap ketika masuk dunia kerja,” jelasnya.
Guru TIK MAN 2 Garut, H. Asep Yayan Rahdiyansah, menambahkan bahwa ujian terdiri dari teori dan praktik.
Ia menyebut siswa diuji melalui soal pilihan ganda serta praktik langsung menggunakan aplikasi perkantoran.
“Yang diujikan meliputi teori dan praktik. Harapannya semua siswa bisa lulus dan mendapatkan sertifikat kompetensi,” katanya.
Pada tahun ini, sebanyak 24 siswa mengikuti Ujikom tata busana, sementara 38 siswa mengikuti Ujikom informatika komputer, dengan sebagian siswa berhalangan hadir karena sakit atau izin.
Pelaksanaan Ujikom ini menjadi bagian dari komitmen MAN 2 Garut dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha mandiri, pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















