WARTAGARUT.COM – Program Studi D3 Kebidanan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) resmi meraih Akreditasi Unggul pada tahun 2026.
Capaian ini mendapat tanggapan penuh syukur dari Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), DR.H. Hadiat, M.A., yang menyebut keberhasilan tersebut bukan sekadar perolehan sertifikat, melainkan bukti nyata dari kerja keras panjang seluruh civitas akademika yang dilakukan dengan keikhlasan, integritas, dan pengabdian.
Yayasan Dharma Husada Insani Garut yang menaungi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut menilai status unggul itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi pendidikan kesehatan di Kabupaten Garut.
“Hari ini, kita tidak hanya melihat sebuah sertifikat akreditasi unggul saja. Kita sedang menyaksikan bukti bahwa kerja keras yang dilakukan dengan keikhlasan tidak pernah mengkhianati hasil,” ujar DR.H. Hadiat dalam pernyataannya kepada WartaGarut.com, Rabu, (6/5/2026).
Menurutnya, capaian tersebut adalah jawaban atas doa panjang, lelah yang tidak selalu terlihat, dan keyakinan seluruh elemen kampus bahwa mereka sedang menempuh jalan yang benar dalam membangun mutu pendidikan.
Ia menegaskan, kebanggaan yayasan bukan semata terletak pada gelar akreditasi unggul yang kini disandang, melainkan pada proses panjang yang melahirkannya.
Sebab. kata Ia, di balik hasil itu terdapat ketulusan para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para mitra lahan praktik yang terus membuka ruang pembelajaran.
“Semua patut diapresiasi tanpa kecuali. Dosen yang mengajar dengan hati, tenaga kependidikan yang bekerja tanpa sorotan, mahasiswa yang berjuang dalam diam, dan para mitra yang percaya kepada kita,” katanya.
Secara nasional, status Akreditasi Unggul merupakan predikat tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang menunjukkan program studi telah memenuhi standar kualitas akademik, tata kelola, luaran lulusan, hingga kemitraan secara sangat baik dan berkelanjutan.
Predikat ini menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
H. Hadiat mengakui perjalanan menuju unggul bukan sesuatu yang mudah. Seluruh proses, menurutnya, dilalui dengan kesabaran, disiplin, dan pembenahan berkelanjutan dari aspek akademik maupun manajerial.
“Setiap perbaikan, sekecil apa pun, adalah pijakan menuju perubahan besar,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa predikat unggul bukan garis akhir.
Justru status tersebut merupakan amanah yang harus dijaga melalui konsistensi peningkatan mutu dan integritas pelayanan pendidikan.
“Kita tidak boleh puas. Karena berhenti memperbaiki diri adalah awal dari kemunduran. Mutu harus menjadi nafas kita, bukan sekadar target,” tegasnya.
Ke depan, YDHIG menargetkan penguatan institusi yang lebih luas dengan mendorong program studi lain di bawah IKKHG agar menyusul meraih akreditasi unggul.
Bahkan, yayasan mulai membuka arah pengembangan menuju standar internasional.
“Insya Allah kita akan melangkah lebih jauh, menguatkan institusi, mengangkat prodi lain menuju unggul, dan membuka diri menuju standar internasional,” jelasnya.
Ia memastikan yayasan akan terus berdiri di belakang institusi bukan hanya sebagai pendukung administratif, tetapi juga penjaga arah nilai agar seluruh langkah kampus tetap berpijak pada keikhlasan, profesionalisme, integritas, dan pengabdian.
Bagi mahasiswa, kata dia, status unggul harus dimaknai sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga ilmu, etika, dan hati, sebab mereka adalah wajah masa depan pelayanan kesehatan yang akan langsung berhadapan dengan masyarakat.
“Kalian bukan hanya mahasiswa dari program unggul saja. Kalian adalah wajah masa depan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















