200 Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, RS Medina Siapkan Layanan Darurat

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

200 Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, RS Medina Siapkan Layanan Darurat

200 Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, RS Medina Siapkan Layanan Darurat

WARTAGARUT.COM – Mantan Bupati Garut sekaligus Komisaris Utama PT Medika Medina Gunawan, H. Rudy Gunawan, SH, MH, memastikan warga Kabupaten Garut yang mengalami masalah penonaktifan BPJS PBI tetap mendapatkan layanan kesehatan, menyusul kebijakan Kementerian Sosial RI yang menghentikan bantuan iuran bagi sekitar 200 ribu peserta di daerah tersebut, Senin (8/2/2026).

Rudy menyampaikan, penonaktifan BPJS PBI terjadi akibat kebijakan nasional yang berdampak langsung pada masyarakat miskin di Garut.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap memiliki mekanisme untuk melindungi hak kesehatan warga yang masih masuk kategori tidak mampu.

“Kepada masyarakat Kabupaten Garut yang hari ini ada masalah dengan BPJS yang biasanya aktif, sekarang tiba-tiba tidak aktif, memang ini berdasarkan keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia,” ujar Rudy.

Menurutnya, sekitar 200 ribu warga Garut yang sebelumnya menjadi peserta BPJS PBI dari APBN kini terdampak penghentian bantuan iuran tersebut.

Baca Juga :  Klasemen Norwegia vs Portugal: Selecao Kokoh di Puncak

“Kurang lebih ada 200 ribu orang Garut yang tadinya peserta BPJS PBI penerima bantuan dari APBN ini distop,” katanya.

Meski demikian, Rudy menegaskan persoalan tersebut tidak boleh membuat masyarakat kehilangan hak atas layanan kesehatan.

Warga yang masuk kategori miskin, terutama di bawah desil 5, tetap dapat mengurus kembali status kepesertaannya melalui Dinas Sosial Kabupaten Garut.

“Nanti ini akan diselesaikan. Kalau ada ketentuan mereka masih punya hak karena desilnya di bawah desil 5, itu bisa diuruskan melalui Dinas Sosial,” jelasnya.

Rudy juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pengobatan, khususnya dalam kondisi darurat, meskipun status BPJS sedang bermasalah.

“Kalau dalam keadaan darurat, masuk saja ke rumah sakit,” tegas Rudy.

Ia menyebut sejumlah fasilitas kesehatan di Garut siap menerima pasien, baik peserta BPJS aktif maupun nonaktif, terutama untuk kasus kegawatdaruratan.

“Bisa ke Rumah Sakit Medina di Wanaraja, bisa ke RSUD dr Slamet, bisa ke Rumah Sakit Nurhayati, Rumah Sakit Guntur, sampai Rumah Sakit Pameungpeuk,” ujarnya.

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah Garut Bidik Juara Umum di Kejurda Tapak Suci

Secara khusus, Rudy memastikan Rumah Sakit Medina memberikan perhatian lebih bagi warga miskin yang membutuhkan penanganan segera.

“Terutama bagi yang darurat, insyaallah kami tangani, khususnya di Rumah Sakit Medina,” kata Rudy.

Ia menekankan bahwa sektor kesehatan tidak boleh terhambat oleh persoalan administratif.

Menurutnya, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.

“Kesehatan adalah hak masyarakat. Administrasi bisa menyusul, tapi nyawa manusia harus diselamatkan lebih dulu,” tuturnya.

Rudy berharap Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta seluruh rumah sakit di Garut dapat memperkuat koordinasi agar tidak ada warga yang terlantar akibat kebijakan penonaktifan BPJS PBI.

Dengan sinergi lintas sektor, ia optimistis pelayanan kesehatan di Garut tetap berjalan optimal meskipun menghadapi dinamika kebijakan nasional.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Influenza A Jadi Perhatian, Ini Gejala, Risiko dan Cara Mencegahnya
Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini
Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab
Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi
2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi
Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG
Tambal Gigi dan Scaling Gratis Pakai BPJS, Ini 8 Layanan yang Bisa Didapat di Puskesmas
Rektor Uniga Bangga, 41 Apoteker Baru Lulus 100 Persen dan Siap Perkuat Layanan Kesehatan Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:06 WIB

Influenza A Jadi Perhatian, Ini Gejala, Risiko dan Cara Mencegahnya

Sabtu, 12 September 2026 - 15:41 WIB

Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:48 WIB

Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:11 WIB

2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi

Berita Terbaru

Tim PMR MTsN 1 Garut meraih empat prestasi dalam Youth Cross Competition (YCC) tingkat Kabupaten Garut 2026.

Madrasah

PMR MTsN 1 Garut Raih Empat Prestasi di YCC 2026

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:41 WIB

Pertandingan Korea Selatan vs Uruguay dalam laga persahabatan internasional FIFA Matchday di Seoul World Cup Stadium, Seoul, Senin (28/9/2026) (ilustrasi)

Olahraga

Statistik Korea Selatan vs Uruguay: La Celeste Menang 1-4

Senin, 28 Sep 2026 - 20:20 WIB