WARTAGARUT.COM – Pengembangan pertanian Garut mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan penguatan kolaborasi dengan akademisi serta praktisi industri dari Korea.
Tiga komoditas hortikultura, yakni stroberi, bawang putih, dan kentang, disiapkan untuk menjadi bagian dari rencana uji coba budidaya di Kabupaten Garut.
Rencana tersebut dibahas saat Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Chung KyongHo, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan itu menjadi penjajakan awal untuk melihat peluang pengembangan komoditas hortikultura melalui pendekatan teknologi dan pengalaman praktis yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi pertanian di daerah.
Isi Artikel
Stroberi dan Bawang Putih Jadi Komoditas yang Dibahas
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut positif rencana kolaborasi tersebut.
Menurutnya, stroberi dan bawang putih menjadi dua komoditas yang mendapat perhatian dalam pembahasan karena memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.
“Hari ini kami Garut kedatangan tamu terhormat Dokter Chong yang dari Korea. Beliau adalah dosen yang ditugaskan di Unpad,” kata Abdusy Syakur Amin.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membicarakan potensi pengembangan komoditas pertanian Garut dengan dukungan pengetahuan dan pengalaman dari pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Bupati menegaskan, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga diperlukan komunikasi dan pembahasan lebih lanjut sebelum rencana kerja sama dapat direalisasikan.
“Tentu saja ini baru wacana, kita berharap ke depan ada komunikasi yang lebih intens lagi sehingga apa yang kita harapkan terkait dengan dua komoditi tersebut itu bisa kita realisasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Garut masih berada dalam tahap penjajakan, bukan pada tahap pelaksanaan program secara penuh.
Praktisi Korea Siapkan Uji Coba Tiga Komoditas
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Chung KyongHo menyampaikan rencana melakukan uji coba penanaman sejumlah komoditas hortikultura di Garut.
Tidak hanya stroberi dan bawang putih, kentang juga masuk dalam rencana uji coba.
“Saya ada rencana ujicoba tanam bawang putih, sama kentang, stroberinya,” ungkap Dr. Chung.
Rencana tersebut membuka peluang bagi pengujian metode budidaya yang sesuai dengan kondisi pertanian di Garut.
Namun, teknis pelaksanaan, lokasi, waktu penanaman, hingga metode yang akan digunakan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.
Uji coba juga menjadi tahapan penting untuk mengetahui sejauh mana pendekatan budidaya yang dibawa dapat diterapkan terhadap kondisi lahan, iklim, serta karakteristik pertanian di Kabupaten Garut.
Peluang Meningkatkan Kualitas Komoditas Hortikultura
Garut selama ini memiliki potensi besar di sektor hortikultura.
Karena itu, pengembangan komoditas bernilai ekonomi menjadi salah satu peluang untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Rencana uji coba tiga komoditas tersebut dapat menjadi langkah awal untuk melihat peluang inovasi dalam teknik budidaya.
Jika hasilnya sesuai dengan harapan, pendekatan yang digunakan nantinya berpotensi dikembangkan lebih luas.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau metode budidaya.
Faktor lain seperti kesesuaian lahan, kualitas bibit, pengelolaan tanaman, kemampuan petani, ketersediaan sarana produksi, hingga pemasaran hasil panen juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Karena itu, keterlibatan akademisi, pemerintah, praktisi, dan petani menjadi penting agar inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap uji coba.
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Jadi Kunci
Kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Unpad dan praktisi industri asal Korea juga memberikan peluang untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan.
Bagi Pemkab Garut, komunikasi lanjutan diperlukan untuk menyusun bentuk kerja sama yang lebih konkret.
Hal tersebut mencakup kemungkinan lokasi uji coba, komoditas prioritas, metode budidaya, pendampingan, hingga evaluasi hasil.
Dengan adanya proses tersebut, inovasi yang diterapkan nantinya diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas dan daya saing komoditas.
Terlebih, setiap komoditas memiliki karakteristik berbeda sehingga pendekatan budidaya perlu disesuaikan dengan kondisi lokal.
Pengembangan Pertanian Diharapkan Beri Dampak Nyata
Jika rencana ini dapat direalisasikan, manfaat yang diharapkan bukan hanya peningkatan hasil produksi.
Pengembangan teknologi pertanian juga dapat diarahkan untuk membantu petani memperoleh metode budidaya yang lebih efektif dan menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik.
Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas komoditas dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.
Hal ini penting karena daya saing produk pertanian tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
Untuk itu, hasil uji coba nantinya perlu menjadi bahan evaluasi sebelum metode atau komoditas tersebut dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Masih Menunggu Komunikasi dan Pembahasan Lanjutan
Untuk saat ini, rencana tersebut masih berupa penjajakan awal.
Pemkab Garut, akademisi Unpad, dan praktisi industri asal Korea masih perlu melakukan komunikasi lebih lanjut untuk menentukan bentuk kolaborasi yang memungkinkan.
Jika terealisasi dengan baik, kerja sama tersebut berpotensi menjadi salah satu upaya memperkuat inovasi di sektor pertanian Kabupaten Garut.
Pengembangan stroberi, bawang putih, dan kentang juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat komoditas hortikultura daerah, terutama apabila hasil uji coba nantinya menunjukkan metode budidaya yang sesuai dan memberikan hasil positif.
Dengan demikian, rencana tersebut bukan sekadar memperkenalkan komoditas baru, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi, peningkatan kualitas produksi, dan penguatan daya saing pertanian Garut.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar