WARTAGARUT.COM – Sebanyak 37 calon Paskibraka Kabupaten Garut kini menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan mengemban tugas pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Drs. H. Nurrodhin, M.Si., mengatakan persiapan Paskibraka 2026 telah berlangsung cukup panjang, mulai dari proses seleksi hingga pemusatan latihan.
Menurut Nurrodhin, proses seleksi telah dimulai sejak Februari 2026 melalui seleksi tingkat wilayah. Kabupaten Garut membagi pelaksanaan seleksi tersebut ke dalam enam wilayah yang mencakup kawasan utara, tengah dan selatan, dengan masing-masing dua lokasi.
Seleksi kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten pada awal April 2026 untuk menentukan 37 calon Paskibraka dari peserta yang lolos seleksi tingkat wilayah.
Dari 37 orang tersebut, dua orang dipersiapkan untuk dikirim ke tingkat provinsi, sedangkan 35 lainnya akan menjadi pasukan pengibar bendera di tingkat Kabupaten Garut.
Setelah penetapan, para calon Paskibraka menjalani latihan mingguan setiap Sabtu dan Minggu sejak Juni 2026. Pola latihan tersebut diterapkan agar tidak mengganggu aktivitas sekolah mereka.
“Sejak ditetapkan kemudian pada bulan Juni para calon Paskibraka ini melakukan kegiatan latihan mingguan. Setiap hari Sabtu dan Minggu, supaya tidak mengganggu sekolah,” kata Nurrodhin.
Masuk Pemusatan Latihan
Memasuki tahap akhir persiapan, para calon Paskibraka mulai menjalani pemusatan latihan pada Senin (10/8/2026).
Nurrodhin menjelaskan, pemusatan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, menyinkronkan langkah dan gerakan seluruh calon Paskibraka.
Kedua, menyesuaikan mereka dengan tim pendukung pasukan yang berasal dari Yonif 303/SSM Kostrad.
Selama pemusatan, latihan dilakukan di Alun-Alun Garut. Selain pematangan baris-berbaris dan kerapian gerakan, para calon Paskibraka juga mendapatkan pembekalan pada malam hari.
Nurrodhin mengatakan dirinya telah memberikan materi mengenai empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pembekalan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman wawasan kebangsaan para calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas.
“Harapannya dari rekan-rekan para Capaska ini dapat memahami apa itu arti wawasan kebangsaan dan sebagainya,” ujarnya.
Selain wawasan kebangsaan, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga dijadwalkan memberikan materi mengenai narkotika, mulai dari pengenalan jenis hingga upaya penanggulangannya.
Materi pembekalan tersebut akan terus diberikan hingga menjelang proses pengukuhan.
Fisik dan Mental Terus Dipantau
Kesbangpol Garut juga memberi perhatian terhadap kondisi fisik dan mental para calon Paskibraka selama mengikuti pemusatan latihan.
Nurrodhin mengatakan para calon harus menjaga kebugaran fisik karena tugas pengibaran bendera membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Namun, kesiapan mental juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan.
“Intinya mereka selama pelatihan ini jangan sampai tertekan, mereka tetap gembira. Tugas mereka tentunya memerlukan fisik yang prima serta mental yang baik,” katanya.
Untuk mendukung kondisi tersebut, kebutuhan kesehatan para calon Paskibraka dipantau selama pelatihan. Mereka juga mendapatkan asupan makanan yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan gizi.
Selain latihan fisik, pembinaan juga mencakup nasihat keagamaan dan materi lain untuk memperkuat wawasan serta pemahaman mereka mengenai tugas sebagai pasukan pengibar bendera.
Menurut Nurrodhin, kesiapan Paskibraka setidaknya dapat dilihat dari dua aspek utama, yakni kondisi fisik dan kesiapan mental.
“Kesiapan fisik mereka prima dalam menjalankan tugasnya. Yang kedua, tadi kesanggupan dan kesiapan mentalitas mereka untuk menjadi pengibar bendera pusaka,” tuturnya.
Dalam proses persiapan tersebut, dua orang calon Paskibraka juga mengundurkan diri. Posisi mereka kemudian digantikan oleh calon yang berada di bawahnya sehingga formasi pasukan dapat tetap berjalan.
Pengukuhan Dijadwalkan 15 Agustus
Tahapan pemusatan latihan akan berlanjut hingga proses pengukuhan. Kesbangpol Garut menjadwalkan penetapan para calon Paskibraka menjadi Paskibraka pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
Setelah resmi dikukuhkan, mereka akan menjalankan tugas pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.
Nurrodhin menegaskan tugas Kesbangpol tidak berhenti pada proses seleksi. Lembaga tersebut juga memiliki tanggung jawab dalam pembentukan, pelatihan, penetapan hingga pengukuhan Paskibraka.
Ia berharap proses pembinaan tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara. Para anggota Paskibraka nantinya diharapkan dapat menjalankan peran sebagai Duta Pancasila setelah menyelesaikan tugasnya.
“Selain mengibarkan bendera pusaka, mereka nanti selesai mengibarkan bendera pusaka menjadi Duta Pancasila,” kata Nurrodhin.
Dengan demikian, pembentukan Paskibraka 2026 di Garut tidak hanya diarahkan untuk memastikan kesiapan pasukan saat upacara 17 Agustus, tetapi juga membangun pemahaman kebangsaan dan karakter yang dapat dibawa para anggota ke lingkungan masing-masing.***
Penulis : soni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar