WARTAGARUT.COM – Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) menggelar syukuran atas capaian akreditasi unggul Program Studi D3 Kebidanan sekaligus optimisme tiga program studi lain yang tengah berproses menuju predikat serupa, di Basement Kampus 2 IKKHG, Kamis (7/5/2026).
Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), DR. H. Hadiat, M.A., menyebut capaian tersebut sebagai bentuk kepercayaan dan anugerah dari pemerintah terhadap kualitas pendidikan tinggi kesehatan yang dibangun IKKHG.
“Ini sebenarnya tasyakur binikmat. Kita mendapat kepercayaan dari negara melalui akreditasi unggul. Tentu ini sesuatu yang membanggakan,” ujarnya.
Menurutnya, predikat unggul yang diraih D3 Kebidanan bukan didapat secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan, kerja keras, dan komitmen menjaga integritas.
“Yang kita tampilkan dalam akreditasi itu apa adanya. Tidak ada rekayasa. Kalau ada kekurangan, kita sampaikan kekurangannya. Kalau ada prestasi, kita tunjukkan dengan bukti,” katanya.
Ia menegaskan, kejujuran dalam proses penilaian menjadi prinsip utama yang terus dijaga civitas akademika IKKHG selama menjalani asesmen akreditasi.
Dr. Hadiat menjelaskan, saat ini terdapat tiga program studi lain yang sedang menunggu hasil akreditasi, yakni D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners. Ketiganya sebelumnya berstatus “Baik Sekali” dan kini ditargetkan meningkat menjadi unggul.
“Mudah-mudahan dalam tiga minggu atau satu bulan ke depan hasilnya keluar dan bisa mendapatkan predikat unggul juga,” ucapnya.
Ia menambahkan, capaian unggul tidak boleh membuat institusi terlena. Menurutnya, predikat tersebut harus dijaga melalui budaya mutu yang konsisten di seluruh lini pendidikan.
“Kita tidak boleh berhenti di capaian. Ini harus menjadi budaya bahwa setiap pekerjaan harus mengutamakan kualitas dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” katanya.
Selain syukuran, IKKHG juga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
“Itu bagian dari rasa syukur juga. Jadi bukan hanya seremoni, tapi ada pelayanan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor IKKHG, Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kep., menyebut capaian akreditasi unggul menjadi momentum penting dalam proses peningkatan kualitas institusi.
“Akreditasi unggul ini menjadi kebanggaan sekaligus alat ukur bahwa kami terus menjaga komitmen mutu penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini IKKHG memiliki sembilan program studi, termasuk program terbaru S1 Gizi. Dari total tersebut, empat program studi baru saja menyelesaikan asesmen lapangan akreditasi.
“Yang sudah keluar hasilnya baru D3 Kebidanan. Tiga lainnya tinggal menunggu hasil akhir dan insya Allah kami optimistis bisa unggul juga,” katanya.
Menurut Dr. Iwan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa IKKHG terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Garut dan sekitarnya.
Ia menambahkan, pihak kampus juga akan segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi asesor untuk memperkuat mutu akademik, pelayanan pendidikan, dan tata kelola institusi.
“Walaupun sudah unggul, bukan berarti semuanya sempurna. Masih ada hal-hal yang harus diperbaiki agar kualitas pendidikan terus meningkat,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















