WARTAGARUT.COM – Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) menggelar kegiatan Pembinaan Kepegawaian Tenaga Kependidikan (Tendik) dengan tema “Peningkatan Kompetensi, Disiplin dan Profesionalisme dalam Mendukung Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Unggul” di Aula Kampus 1 IKKHG, Jumat (17/4/2026).
Komite Etik Yayasan Dharma Husada Insan Garut (YDHIG) bidang pendidikan, Prof. Uman Suherman A.S., M.Pd., menegaskan bahwa tenaga kependidikan memiliki tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang sangat penting dalam mendukung operasional perguruan tinggi.
Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi bertujuan memastikan seluruh kegiatan kampus berjalan efektif, efisien, dan berkualitas secara profesional.
Ia menilai tenaga kependidikan merupakan tulang punggung operasional perguruan tinggi karena tanpa peran mereka, kegiatan kampus tidak akan berjalan dengan baik.
“Peran tenaga kependidikan dalam perguruan tinggi merupakan tulang punggung operasional. Jika tidak ada tenaga kependidikan, kegiatan kampus tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien,” ujar Prof Uman.
Ia menjelaskan, agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik, tenaga kependidikan harus mengetahui apa yang harus dikerjakan, mampu mengerjakan, dan memiliki kemauan untuk bekerja dalam sistem yang mendukung.
Menurutnya, sistem pendukung tersebut mencakup lingkungan kerja, aturan yang jelas, kolaborasi antarunit, hingga pelaksanaan rapat rutin.
“Tenaga kependidikan harus tahu apa yang harus dikerjakan, mampu mengerjakan, dan mau mengerjakan. Itu harus ditopang oleh lingkungan, aturan, dan kolaborasi yang baik,” katanya.
Prof Uman juga menekankan pentingnya setiap unit kerja memiliki program kerja, target, standar operasional prosedur (SOP), serta alur kerja yang jelas sesuai dengan statuta IKKHG.
Menurutnya, keberadaan SOP dan target kerja akan membantu tenaga kependidikan bekerja lebih terarah dan profesional.
“Oleh karena itu, setiap unit kerja harus memiliki program kerja, target, SOP, dan alur kerja yang jelas agar tata kelola perguruan tinggi berjalan optimal,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni















