WARTAGARUT.COM – Kabupaten Garut masih menghadapi kekurangan serius tenaga dokter gigi. Dari jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2,9 juta jiwa, daerah ini idealnya membutuhkan hampir 600 dokter gigi. Namun, hingga saat ini jumlah dokter gigi yang tersedia baru sekitar 60 orang.
Kondisi tersebut diungkapkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Garut Periode 2025–2030 di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Minggu (10/5/2026).
Menurut Syakur Amin, kekurangan dokter gigi menjadi salah satu tantangan utama pembangunan kesehatan di Garut.
Selain keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya sumber daya manusia berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan gigi masyarakat.
“Ada beberapa catatan yang ingin saya sampaikan terkait pembangunan kesehatan. Salah satunya adalah ketersediaan sarana prasarana dan juga sumber daya manusia,” ujar Syakur Amin.
Ia menjelaskan, apabila mengacu pada rasio ideal nasional satu dokter gigi untuk setiap 5.000 penduduk, maka Kabupaten Garut memerlukan hampir 600 dokter gigi.
Dengan jumlah yang baru sekitar 60 orang, kebutuhan tenaga kesehatan gigi di Garut masih jauh dari terpenuhi.
“Yang penting secara kuantitatif kita ingin memperbaiki rasio dokter gigi di Kabupaten Garut. Ini harus menjadi perhatian bersama, dan saya mohon dukungan dari PDGI,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Garut telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menambah formasi dokter gigi dalam rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi jemput bola ke sejumlah perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran gigi.
Syakur Amin mengatakan, Pemkab Garut juga mengkaji pemberian beasiswa bagi mahasiswa kedokteran gigi tingkat akhir dengan syarat bersedia mengabdi di Garut setelah lulus.
Dengan pola tersebut, pemerintah berharap jumlah dokter gigi di Garut dapat bertambah secara bertahap dan tersebar lebih merata hingga ke wilayah pedesaan.
Ketua PDGI Pengurus Wilayah Jawa Barat, drg. Rahmat Juliadi, menilai tantangan organisasi profesi ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan cepatnya perkembangan regulasi dan digitalisasi layanan kesehatan.
“Dinamika perundang-undangan begitu cepat, dan digitalisasi dalam dunia kedokteran gigi juga berkembang sangat pesat,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Garut sekaligus Ketua PDGI Cabang Garut, Putri Karlina, memperkenalkan program “Dokter Gigi Masuk Desa” untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter gigi yang selama ini masih terpusat di Garut Kota dan Tarogong Kidul.
Program tersebut akan menghadirkan edukasi kesehatan gigi, pelatihan menyikat gigi yang benar, skrining ringan, serta penyuluhan kepada ibu hamil dan anak-anak.
“Minimal kami bisa memberikan edukasi kesehatan gigi, melakukan skrining ringan, dan pencegahan sedini mungkin, terutama kepada ibu hamil dan anak-anak,” ujar Putri Karlina.***
Penulis : Soni Tarsoni

















