WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan melalui semangat “Hijau Sekolahku, Sejuk Masa Depanku”.
Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya menjaga alam demi masa depan yang lebih baik.
Ketua Adiwiyata SMK Muhammadiyah Garut, Ravi Firdaus, S.Pd., menegaskan bahwa pohon memiliki peran sangat penting bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Menurutnya, keberadaan pohon di lingkungan sekolah bukan sekadar memperindah halaman, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan kenyamanan belajar.
“Pohon mampu menyerap panas matahari dan menghasilkan udara yang lebih sejuk. Lingkungan sekolah yang rindang akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman,” ujar Ravi Firdaus, S.Pd.
Ia menjelaskan, pohon juga berfungsi menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, serta membantu menyaring debu dan polusi udara.
Dengan semakin banyak pohon yang tumbuh di lingkungan sekolah, kualitas udara akan menjadi lebih bersih dan sehat.
Selain itu, akar pohon berperan penting dalam menyerap air hujan ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi genangan, mencegah banjir, dan mengurangi risiko erosi.
Menurut Ravi, penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan bumi. Satu pohon yang ditanam hari ini akan memberi manfaat besar bagi generasi mendatang.
Di tengah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya ruang hijau, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Sebagai sekolah Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah Garut tidak hanya menekankan pendidikan akademik dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Ravi mengingatkan bahwa ajaran Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga alam. Menanam pohon, menurutnya, termasuk amal kebaikan yang bernilai ibadah.
Ia mengutip sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.”
Hadis riwayat Muhammad yang tercantum dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim tersebut menunjukkan bahwa menanam pohon merupakan amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir.
“Melalui program Adiwiyata, kami ingin menumbuhkan karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral,” pungkas Ravi Firdaus.***
Penulis : Soni Tarsoni

















