WARTAGARUT.COM – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, meluncurkan program “Dokter Gigi Masuk Desa” sebagai langkah konkret untuk mendekatkan layanan kesehatan gigi kepada masyarakat di wilayah pedesaan.
Program tersebut diperkenalkan saat pelantikan Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Garut Periode 2025–2030 di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Minggu (10/5/2026).
Putri Karlina yang juga menjabat Ketua PDGI Cabang Garut mengatakan program ini dirancang untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter gigi yang selama ini lebih banyak terkonsentrasi di kawasan perkotaan seperti Garut Kota dan Tarogong Kidul.
Menurutnya, masyarakat di desa juga harus memperoleh akses edukasi dan layanan kesehatan gigi yang memadai, meskipun tidak selalu melalui pelayanan klinis lengkap.
“Minimalnya kami bisa memberikan dental health educational, ngajarin sikat gigi bagaimana. Walaupun mungkin tidak bisa langsung membawa alat-alat yang luar biasa, setidaknya kami bisa melakukan skrining ringan dan edukasi, terutama kepada ibu hamil dan anak-anak untuk melakukan pencegahan sedini mungkin,” ujar Putri Karlina.
Ia menjelaskan, sasaran utama program ini adalah ibu hamil dan anak-anak. Kedua kelompok tersebut dipilih karena pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan masalah kesehatan gigi dan mulut di masa mendatang.
Melalui program ini, tim dokter gigi akan turun langsung ke desa-desa untuk memberikan edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan awal, serta penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Putri menilai pendekatan jemput bola lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di daerah yang selama ini belum terjangkau secara optimal oleh layanan kesehatan gigi.
Selain memberi manfaat bagi masyarakat, program ini juga diharapkan memperkuat peran PDGI sebagai mitra pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Putri menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama antara PDGI, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak terkait agar layanan preventif dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami ingin kehadiran dokter gigi tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga benar-benar sampai ke desa-desa,” kata Putri Karlina.
Dengan program “Dokter Gigi Masuk Desa”, warga di berbagai pelosok Garut diharapkan mendapatkan akses edukasi dan skrining kesehatan gigi yang lebih merata.
“Setidaknya kita bisa melakukan pencegahan sedini mungkin agar masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak-anak, memiliki kesehatan gigi yang lebih baik,” pungkas Putri Karlina.***
Penulis : Soni Tarsoni

















