Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Absensi Siswa dan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Garut, Rabu (12/8/2026).

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Absensi Siswa dan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Garut, Rabu (12/8/2026).

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan sistem pemantauan kehadiran siswa secara digital untuk mendeteksi lebih dini ketidakhadiran siswa sekaligus memperkuat upaya mencegah Anak Tidak Sekolah (ATS).

Rencana tersebut disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam Rapat Koordinasi Penanganan Absensi Siswa dan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (12/8/2026).

Syakur Amin mengatakan persoalan Anak Tidak Sekolah harus mendapat perhatian serius.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga, anak memilih bekerja sejak dini, hingga kurangnya dorongan orang tua agar anak melanjutkan pendidikan.

“Kita sangat prihatin dengan anak yang tidak sekolah yang tinggi. Mungkin disebabkan karena orang tuanya tidak memiliki ekonomi untuk membekali dan anaknya mau bekerja,” ujar Syakur Amin.

Ketidakhadiran Siswa Ingin Dideteksi Lebih Cepat

Bupati menilai upaya mencegah anak berhenti sekolah harus dimulai sebelum kondisi tersebut terjadi.

Salah satu caranya adalah mendeteksi siswa yang mulai tidak aktif mengikuti pembelajaran.

Menurut Syakur Amin, anak yang masih tercatat sebagai siswa tetapi tidak hadir di sekolah perlu segera diketahui agar dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Perpustakaan MTsN 1 Garut Jadi Ruang Belajar Kesehatan Psikologis Remaja

“Paling tidak saya akan memfilter anak-anak yang sekolah namun tidak melanjutkan. Caranya dengan mendeteksi sesegera mungkin ketika ada anak yang bilangnya sekolah namun tidak hadir sekolah,” tegasnya.

Dengan mekanisme tersebut, absensi tidak hanya menjadi catatan administratif sekolah.

Data kehadiran diharapkan dapat menjadi indikator awal ketika terdapat siswa yang mulai tidak aktif mengikuti pendidikan.

Orang Tua Bisa Mendapat Notifikasi

Pemkab Garut juga mendorong pengembangan sistem digital yang memungkinkan orang tua menerima notifikasi mengenai kehadiran anak di sekolah.

Dengan adanya pemberitahuan tersebut, orang tua dapat mengetahui ketika anak tidak hadir sehingga kondisi tersebut bisa segera dikomunikasikan dengan sekolah.

Sistem tersebut diharapkan memperkuat hubungan pengawasan antara keluarga dan sekolah.

Pemerintah juga dapat dilibatkan apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Dengan begitu maka ada suatu monitoring yang komprehensif,” kata Syakur Amin.

Konsep tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah tidak hanya dibebankan kepada sekolah.

Pengawasan diharapkan melibatkan orang tua serta pemerintah hingga tingkat desa.

Faktor Ekonomi Jadi Salah Satu Perhatian

Persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang disoroti Bupati dalam penanganan ATS.

Keterbatasan kemampuan keluarga dapat membuat anak memilih bekerja sejak dini sehingga pendidikan tidak lagi menjadi prioritas.

Baca Juga :  Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik

Karena itu, deteksi ketidakhadiran perlu diikuti dengan penelusuran terhadap alasan anak tidak masuk sekolah.

Langkah tersebut penting agar penanganan tidak berhenti pada persoalan absensi, tetapi dapat melihat kondisi yang melatarbelakangi ketidakhadiran siswa.

Selain faktor ekonomi, Syakur juga menyebut kurangnya dorongan orang tua sebagai salah satu kondisi yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak.

Sistem Digital Masih dalam Tahap Persiapan

Berdasarkan keterangan Bupati, sistem pemantauan digital tersebut masih berupa langkah yang akan didorong dan disiapkan Pemkab Garut.

Belum terdapat informasi mengenai nama aplikasi, anggaran, jadwal peluncuran, maupun teknis integrasi sistem dalam bahan yang disampaikan.

Karena itu, sistem tersebut belum dapat disebut sebagai layanan yang sudah diterapkan secara penuh.

Fokus yang disampaikan Bupati adalah membangun mekanisme monitoring yang memungkinkan ketidakhadiran siswa diketahui lebih cepat.

Deteksi dini itu kemudian diharapkan dapat membantu sekolah, orang tua, dan pemerintah mengambil langkah sebelum seorang anak benar-benar berhenti sekolah.

Bagi Pemkab Garut, pengawasan kehadiran siswa menjadi salah satu pintu untuk memperkuat upaya mempertahankan anak tetap berada dalam sistem pendidikan.***

Penulis : Soni

Editor : Soni Tarsoni

Sumber Berita: Diskominfo Garut

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Tarogong Kidul Ingatkan Siswa MTsN 1 Garut Jauhi Geng Motor
Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik
Raih 14 Medali, SMK Muhammadiyah Garut Juara Umum Kejurda Tapak Suci 2026
14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026
Ketua PDM Garut: Kejurda Tapak Suci Jadi Pembuka 20 Agenda Milad Muhammadiyah ke-114
Murid MTsN 1 Garut Fakhri Nawwaf Al-Mumtaz Raih Juara 2 di Kejuaraan Universery Cimba Tasikmalaya 2026
DMI Garut Siapkan Warung Barokah Masjid dan Program Ekonomi Jemaah
RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:19 WIB

Kapolsek Tarogong Kidul Ingatkan Siswa MTsN 1 Garut Jauhi Geng Motor

Senin, 2 November 2026 - 14:41 WIB

Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik

Senin, 2 November 2026 - 13:05 WIB

Raih 14 Medali, SMK Muhammadiyah Garut Juara Umum Kejurda Tapak Suci 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:48 WIB

14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Murid MTsN 1 Garut Fakhri Nawwaf Al-Mumtaz Raih Juara 2 di Kejuaraan Universery Cimba Tasikmalaya 2026

Berita Terbaru

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melantik Drs. Rd. Satria Budi, M.Si., sebagai Pj Sekda Kabupaten Garut dalam rangkaian Apel Gabungan di Lapangan Apel Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (2/11/2026).

GARUT TERKINI

Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik

Senin, 2 Nov 2026 - 14:41 WIB

Anggota Tapak Suci Unit 4 SMK Muhammadiyah Garut dalam kegiatan pembinaan bela diri dan karakter pelajar.

PENDIDIKAN

14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:48 WIB