Bupati Garut Syakur Amin Lepas 2.599 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Soroti Fenomena Data Kemiskinan

Senin, 15 Juni 2026 - 13:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas 2.599 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Setda Garut

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas 2.599 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Setda Garut

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan ribuan petugas ke seluruh wilayah Kabupaten Garut. Dalam momentum pelepasan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyoroti fenomena manipulasi data ekonomi masyarakat yang dinilai dapat mengganggu akurasi pembangunan daerah.

Sebanyak 2.599 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi dilepas oleh Bupati Garut dalam Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (15/6/2026).

Sensus Ekonomi 2026

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Garut dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan seluruh jajaran pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting agar masyarakat memahami tujuan dan esensi dari sensus ekonomi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

Baca Juga :  Jalan Banjarwangi Viral, Bupati Garut Ungkap Alasan Tak Diumumkan

“Barangkali gak ada salahnya kita undang semua sambil berjalan memberikan penjelasan apa yang menjadi esensi penyelenggaraan sensus ekonomi ini jangan sampai salah kaprah,” ujar Syakur.

Soroti Data Kemiskinan

Dalam kesempatan itu, Bupati Garut juga menyoroti adanya kecenderungan sebagian masyarakat yang sengaja menurunkan status kondisi ekonominya demi memperoleh bantuan sosial.

Menurut Syakur, fenomena tersebut berbahaya karena dapat mengaburkan kondisi riil ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut.

“Ini juga secara komprehensif ini tidak baik. Karena akan mengaburkan kondisi yang ada di sekitar kita, dan juga saya khawatir kadang-kadang penduduk miskin kita bukan semakin berkurang bahkan semakin banyak,” katanya.

Ia menilai manipulasi data demi masuk kategori penerima bantuan seperti desil 1 hingga 5 akan berdampak pada ketidaktepatan sasaran program pembangunan pemerintah.

Data Akurat Jadi Kunci

Syakur menegaskan bahwa penggalian data ekonomi yang riil dan faktual sangat penting demi menjaga efektivitas kebijakan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Galeri Ucapan HUT RI ke-81 2026, Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Edisi 9

Apalagi, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Karena itu, ia berharap pelaksanaan sensus kali ini mampu menghasilkan potret ekonomi Kabupaten Garut secara makro maupun mikro dengan lebih akurat.

Pesan untuk Petugas

Kepada ribuan petugas sensus yang diterjunkan ke lapangan, Bupati Garut berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan tanggung jawab.

Ia juga mengingatkan bahwa para petugas akan menghadapi berbagai dinamika sosial selama proses pendataan berlangsung.

“Oleh sebab itu saya berharap para petugas ya bapak ibu bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Garut diharapkan menjadi langkah penting dalam menghadirkan basis data ekonomi yang valid demi mendukung arah pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Banjarwangi Viral, Bupati Garut Ungkap Alasan Tak Diumumkan
Inovasi SEPEDA SISWA Permudah Urus Adminduk Anak PAUD di Garut
Jalan Banjarwangi-Singajaya Tak Masuk Proyek 13, PUPR Siapkan Rp39 Miliar
Debit Irigasi Garut Turun Hampir 50 Persen, PUPR Siapkan JIAT
Karhutla dan Kekeringan Mengancam Garut, 303 Kejadian Tercatat
Garut Perketat Obat Terlarang dan Jam Malam Anak, Patroli Mulai 21.00
BKSAP Garut Dorong Potensi Lokal Tembus Pasar Global
Sekda Garut Minta Diskominfo Cepat Tangani Isu Viral

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Jalan Banjarwangi Viral, Bupati Garut Ungkap Alasan Tak Diumumkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Inovasi SEPEDA SISWA Permudah Urus Adminduk Anak PAUD di Garut

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Jalan Banjarwangi-Singajaya Tak Masuk Proyek 13, PUPR Siapkan Rp39 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Debit Irigasi Garut Turun Hampir 50 Persen, PUPR Siapkan JIAT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Karhutla dan Kekeringan Mengancam Garut, 303 Kejadian Tercatat

Berita Terbaru

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha saat memberikan pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada kepala sekolah dan madrasah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Kamis (20/8/2026).

PENDIDIKAN

PDM Garut Dorong AIK Jadi Akar Penguatan Sekolah Muhammadiyah

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:10 WIB

Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut Dr. Iwan Wahyudi saat kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Kampus 2 IKKHG, Rabu (19/8/2026).

Perguruan Tinggi

IKKHG Sambut 796 Mahasiswa Baru, Kedokteran Gigi Mulai Dirintis

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:24 WIB