Dari bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut dorong perempuan pelaku usaha perikanan semakin terampil, mandiri, dan berdaya saing.
GARUT – Potensi perikanan Kabupaten Garut tidak hanya terletak pada ketersediaan hasil tangkapan dan budidaya ikan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Produk Perikanan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut di Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Selasa (29/9/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Cisurupan Agus Rahmat dan Kepala Desa Balewangi M. Nasrudin, didampingi Ketua PKK Desa Balewangi.
Peserta pelatihan sebanyak 25 orang yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani setempat yang diketuai oleh Ibu Yanti.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi PESONA Perikanan, sebuah inovasi yang diarahkan untuk memperkuat rantai nilai perikanan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk, penguatan kelembagaan, serta perluasan akses pasar.
Memberdayakan Perempuan, Menggerakkan Ekonomi Keluarga
Di balik setiap produk olahan perikanan, ada peluang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, membangun usaha, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Melalui pelatihan pengolahan ini, kelompok wanita pengolah hasil perikanan didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah bahan baku ikan menjadi produk yang lebih beragam, higienis, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung mengenai penanganan bahan baku, higiene dan sanitasi, teknik pengolahan, pengemasan, serta pengembangan produk.
Mengubah Potensi Menjadi Produk dengan Nilai Tambah Berdaya Saing
Bagi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, pengolahan merupakan salah satu mata rantai penting dalam meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan.
Ikan tidak harus berhenti sebagai komoditas segar.
Dengan keterampilan pengolahan yang tepat, bahan baku perikanan dapat dikembangkan menjadi produk dengan mutu, daya simpan, variasi, dan peluang pasar yang lebih baik.
Pemerintah daerah berkomitmen mendorong penguatan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha, penerapan proses pengolahan yang terstandar, pengembangan produk, serta penguatan kelembagaan dan kemitraan.
Upaya ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan usaha dan pendampingan lanjutan.
Dari Keterampilan Menuju Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Peningkatan keterampilan pengolahan diharapkan menjadi langkah awal menuju tumbuhnya usaha perikanan yang lebih produktif dan berdaya saing.
Dyah Savitri menegaskan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut mengupayakan agar kegiatan bimtek tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan saja, tetapi berlanjut menjadi langkah rintisan produksi melalui pendampingan, standardisasi proses, diversifikasi produk, penguatan kelembagaan, kemitraan, dan pengembangan akses pasar.
Dengan semakin berkembangnya usaha pengolahan perikanan, terbuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas kesempatan usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Melalui pemberdayaan kelompok wanita dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, segenap jajaran Diskannak Garut berharap potensi perikanan daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut.***

















Komentar