Pascasarjana PBSI IPI Garut Dorong Kompetensi Digital Guru lewat Lokakarya AI di Sukaratu Tasikmalaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pascasarjana PBSI IPI Garut menggelar lokakarya integrasi AI dalam pembelajaran bagi guru di Sukaratu, Tasikmalaya.

Pascasarjana PBSI IPI Garut menggelar lokakarya integrasi AI dalam pembelajaran bagi guru di Sukaratu, Tasikmalaya.

WARTAGARUT.COM – Puluhan guru Bahasa Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, mengikuti lokakarya pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung proses pembelajaran.

Kegiatan bertajuk Lokakarya Transformasi Pedagogi: Mengintegrasikan Akal Imitasi (AI) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia tersebut digelar kelompok PPL Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut di Aula MA Al-Hidayah Cipanengah, Senin (3/8/2026).

Peserta berasal dari jenjang SD, MTs/SMP, hingga SMA/SMK/MA di wilayah Kecamatan Sukaratu. Lokakarya tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman praktis kepada guru dalam memanfaatkan AI untuk mendukung sejumlah pekerjaan pembelajaran.

Ketua Program Studi Magister PBSI IPI Garut sekaligus Dosen Pembimbing PPL, Dr. Agus Hamdani, M.Pd., menekankan bahwa penguasaan teknologi perlu diiringi kemampuan berpikir kritis.

“Penguasaan guru terhadap Akal Imitasi sangatlah penting. Selain untuk mempermudah kinerja, AI dapat meningkatkan efisiensi. Namun tentu tetap harus dibarengi dengan critical thinking, karena AI hanyalah alat. Kita, guru, yang harus memegang kendalinya.”tutur Dr. Agus Hamdani.

Menurut Dr. Agus, pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak semestinya menempatkan teknologi sebagai pengganti peran guru.

Guru tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana teknologi digunakan dalam proses pembelajaran.

Guru Belajar Membuat Modul hingga Soal HOTS

Materi lokakarya disusun mengikuti sejumlah kebutuhan praktis pendidik, mulai dari perencanaan pembelajaran hingga penyusunan instrumen asesmen.

Baca Juga :  STAI Al Musaddadiyah Garut Resmi Berubah Jadi Institut Anwar Musaddad

Sesi pertama diisi M. Ridwan Taofiq, S.Pd. yang membimbing peserta merancang Modul Ajar dan RPP Kurikulum Merdeka dengan memanfaatkan kecerdasan buatan.

Materi kemudian dilanjutkan U. Andi Mulyadi, S.Pd., Gr. yang memberikan pembekalan mengenai pembuatan media presentasi visual interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pada sesi berikutnya, Santi Hadi Saputri, S.Pd., Gr. membagikan formula prompt untuk membantu peserta mengembangkan stimulus teks serta menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Santi juga disebut merupakan penulis instrumen AKGTK Kemenag RI.

Rangkaian materi tersebut membuat pemanfaatan AI diperkenalkan tidak hanya pada satu aspek pekerjaan guru.

Teknologi digunakan untuk mendukung perencanaan pembelajaran, penyajian materi hingga pengembangan asesmen.

Peserta Menilai AI Lebih Praktis Setelah Memahami Prompt

Manfaat kegiatan dirasakan peserta yang sebelumnya menganggap pemanfaatan AI cukup rumit.

Salah seorang perwakilan guru peserta mengatakan lokakarya memberikan pengalaman praktis mengenai penggunaan AI untuk mendukung pembuatan perangkat dan media pembelajaran.

“Lokakarya ini sangat bermanfaat untuk para guru di wilayah Sukaratu. Kami yang awalnya menganggap AI itu rumit, ternyata setelah diajarkan prompt yang tepat, AI justru menjadi alat yang sangat praktis dalam membantu menyusun soal HOTS dan media ajar interaktif dalam hitungan menit tanpa mengurangi kualitas pedagogisnya.”katanya.

Baca Juga :  63 Pendaftar, 29 Kandidat Lanjut Seleksi: Al Mashduqi Islamic School Garut Perkuat Layanan lewat Customer Service Talent Selection

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa salah satu fokus kegiatan bukan sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi memberikan pemahaman mengenai cara memberikan instruksi atau prompt agar AI dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Meski demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan proses penilaian dan pengendalian dari guru agar hasil yang dihasilkan teknologi sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Karya Peserta Dikumpulkan sebagai Luaran

Lokakarya tersebut juga menghasilkan sejumlah karya peserta sebagai luaran kegiatan.

Karya yang dikumpulkan meliputi Modul Ajar, Slide Presentasi, dan Bank Soal HOTS.

Seluruh karya tersebut dihimpun secara terpusat agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru Bahasa Indonesia di wilayah Sukaratu dan sekitarnya.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan mulai diarahkan pada kebutuhan konkret guru, bukan hanya pengenalan teknologi secara umum.

Bagi pendidik, kemampuan menggunakan AI secara tepat dapat menjadi salah satu bagian dari pengembangan kompetensi digital.

Namun, sebagaimana ditekankan dalam lokakarya tersebut, pemanfaatannya tetap perlu disertai critical thinking sehingga guru tetap memegang kendali atas proses pembelajaran.

Penulis : soni

Editor : soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pramuka ke-65, SMK Muhammadiyah Garut Dorong Penguatan Skill dan Moral
Tema Hari Pramuka 2026 Resmi, Ini 3 Pesan Utamanya
Susunan Upacara Hari Pramuka ke-65 2026, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup
Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS
63 Pendaftar, 29 Kandidat Lanjut Seleksi: Al Mashduqi Islamic School Garut Perkuat Layanan lewat Customer Service Talent Selection
37 Calon Paskibraka Garut Ditempa Fisik dan Mental Jelang 17 Agustus
Tantangan Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Menengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Pascasarjana PBSI IPI Garut Dorong Kompetensi Digital Guru lewat Lokakarya AI di Sukaratu Tasikmalaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Hari Pramuka ke-65, SMK Muhammadiyah Garut Dorong Penguatan Skill dan Moral

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Tema Hari Pramuka 2026 Resmi, Ini 3 Pesan Utamanya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Susunan Upacara Hari Pramuka ke-65 2026, Lengkap dari Awal hingga Akhir

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup

Berita Terbaru

 pelayanan administrasi kependudukan bagi peserta didik PAUD melalui inovasi SEPEDA SISWA di Kabupaten Garut.

PEMERINTAHAN

Inovasi SEPEDA SISWA Permudah Urus Adminduk Anak PAUD di Garut

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:02 WIB

Ilustrasi gempa bumi M7,7 di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, yang memicu peringatan dini potensi tsunami dari BMKG.

BENCANA ALAM

Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:26 WIB

Ilustrasi pertandingan Al Hilal melawan Al-Faisaly pada laga pembuka Liga Profesional Saudi 2026-27.

SEPUTAR OLAHRAGA

Hasil Al Hilal vs Al Faisaly 4-2, Rúben Neves Cetak Dua Gol

Sabtu, 15 Agu 2026 - 03:17 WIB