Pascasarjana UNIGA Ungkap Alasan KKN-Gradasi 2026 Digelar Selama 4 Bulan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas peserta KKN-Gradasi 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat, 18 September 2026.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas peserta KKN-Gradasi 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat, 18 September 2026.

WARTAGARUT.COM – Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN-Gradasi) 2026 di Kabupaten Garut akan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan lima perguruan tinggi.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Garut (UNIGA), Gugun Geusan Akbar, menyebut durasi pelaksanaan tersebut menjadi salah satu pembeda KKN-Gradasi dengan program KKN pada umumnya.

Hal itu disampaikan Gugun setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi melepas para mahasiswa peserta KKN-Gradasi 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat, 18 September 2026.

“Jika biasanya KKN diselenggarakan selama satu bulan, KKN-Gradasi ini diselenggarakan selama empat bulan sehingga otomatis kegiatan yang bisa diintervensi oleh mahasiswa juga lebih banyak,” jelas Gugun.

KKN-Gradasi menyasar 16 lokus di Garut

Gugun menerangkan, KKN-Gradasi 2026 merupakan program kolaborasi yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Garut bersama kalangan akademisi.

Program tersebut melibatkan lima perguruan tinggi di Kabupaten Garut dan telah berjalan selama tiga tahun.

Pada pelaksanaan tahun ini, peserta KKN-Gradasi ditempatkan di 16 lokus kecamatan yang mencakup 15 desa dan satu kelurahan.

Baca Juga :  Belanda vs Serbia 2-1, Ini Klasemen Grup A2 Terbaru

Menurut Gugun, durasi kegiatan yang lebih panjang diharapkan dapat membuka ruang intervensi yang lebih luas bagi mahasiswa dalam membantu menangani berbagai persoalan di wilayah sasaran.

Pihak penyelenggara juga berharap kontribusi mahasiswa pada pelaksanaan KKN-Gradasi 2026 dapat terus meningkat, khususnya dalam mendukung penyelesaian berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.

Bupati Garut soroti tantangan SDM

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa kemajuan Kabupaten Garut yang mencakup 442 desa dan kelurahan sangat dipengaruhi oleh perkembangan wilayah di tingkat desa.

Namun, menurutnya, pembangunan desa masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyebut Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut saat ini berada pada angka 7,86 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP.

Karena itu, Bupati meminta mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk turun langsung membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam menghadapi kompleksitas persoalan pembangunan.

“Makanya kita minta tolong mahasiswa dari berbagai macam jurusan untuk membantu. Kenapa? Karena di desa itu semua kompleksitas masalah ada dan harus kita selesaikan bersama. Ini adalah simulasi membangun Garut di masa yang akan datang,” tegas Abdusy Syakur Amin.

Baca Juga :  Vietnam vs Pakistan 4-2, Comeback Bawa Vietnam ke Perebutan Tempat Ketiga

Mahasiswa didorong berkontribusi sesuai keilmuan

Bupati Garut juga mengimbau para peserta KKN agar tidak hanya menjalankan kegiatan secara administratif, tetapi turut memberikan kontribusi nyata sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.

Ia berharap kolaborasi lintas perguruan tinggi melalui KKN-Gradasi dapat membantu mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan desa.

Sementara itu, Gugun Geusan Akbar berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan program KKN-Gradasi 2026 dengan baik sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Garut.

“Mudah-mudahan apa yang diniatkan oleh seluruh pihak bisa terlaksana dengan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya.

Penulis : Soni Warta Garut

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Santri Murid Al Mashduqi Kindergarten Taklukkan Lintasan di Piala Kadisdik Garut 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Kepala MTsN 1 Garut Ajak Rawat Ideologi Bangsa
Ketua PDM Garut: Mahasiswa IMDA Perlu Kenal Muhammadiyah Sejak Awal
PDM Garut Dorong SMAM 1 Lebih Hidupkan Kembali Ciri Khas Kemuhammadiyahan
Upacara Hari Kesaktian Pancasila, SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Karakter Siswa
YDHIG dan IKKHG Garut Dorong Mahasiswa Perkuat Akhlak di Era Digital
Sekretaris Dikdasmen PDM Garut: Guru ISMUBA Harus Terus Upgrade Diri
Ketua PDM Garut Dorong Guru ISMUBA Jadi Penggerak Pendidikan Holistik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Tiga Santri Murid Al Mashduqi Kindergarten Taklukkan Lintasan di Piala Kadisdik Garut 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Kepala MTsN 1 Garut Ajak Rawat Ideologi Bangsa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Ketua PDM Garut: Mahasiswa IMDA Perlu Kenal Muhammadiyah Sejak Awal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

PDM Garut Dorong SMAM 1 Lebih Hidupkan Kembali Ciri Khas Kemuhammadiyahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Karakter Siswa

Berita Terbaru

Timnas Indonesia menghadapi Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Olahraga

Indonesia vs Thailand Final: Skor 0-0 di Babak Pertama

Senin, 5 Okt 2026 - 21:17 WIB