JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Jumat, 18 September 2026 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

A. R. Nugraha, penulis artikel “Jadilah Guru Berkemajuan” tentang peran guru dalam pendidikan Islam.

A. R. Nugraha, penulis artikel “Jadilah Guru Berkemajuan” tentang peran guru dalam pendidikan Islam.

JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Oleh: A. R. Nugraha

Orientasi Pendidikan Holistik

Allah SWT berfirman: “Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad SAW) kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan jiwa mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Jumu’ah: 2)

Orientasi pendidikan holistik adalah menyiapkan setiap anak agar sukses menjalani kehidupan di dunia sekaligus membekali mereka dengan persiapan untuk kehidupan setelah kematian.

KUALIFIKASI DAN KREDIBILITAS GURU BERKEMAJUAN

Kualifikasi Guru Berkemajuan sebagaimana tercermin dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 2 meliputi:

  1. Tilawah, yaitu membacakan dan menyampaikan ayat-ayat Allah.
  2. Tazkiyah, yaitu menyucikan jiwa dan membentuk karakter.
  3. Ta’limul Kitab, yaitu mengajarkan Al-Qur’an.
  4. Ta’limul Hikmah, yaitu mengajarkan hikmah atau Sunnah.

Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam pendidikan Islam (role model), di bawah bimbingan Guru Pertama, yakni Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW adalah muallim utama dengan integritas yang tercermin dalam empat sifat utama:

  • Siddiq: Jujur.
  • Amanah: Dapat dipercaya.
  • Fathanah: Cerdas.
  • Tabligh: Menyampaikan kebenaran.

Kredibilitas dan Kapasitas Guru

Guru Berkemajuan harus memiliki kemampuan memahami bahasa dan karakter mad’u atau peserta didiknya.

Dalam konteks ini, Nabi Muhammad SAW menjadi teladan sebagai uswah hasanah, motivator, sekaligus sahabat bagi umatnya.

Beliau mampu menempatkan diri secara dekat dengan objek dakwahnya, sebagaimana tercermin dalam ungkapan “fiikum wa minkum” yang bermakna berada di tengah-tengah dan menjadi bagian dari mereka.

Baca Juga :  Raisya Fakhira dari MA Al Mashduqi IIBS Garut Melaju ke Provinsi OMI Fisika 2026

PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Meminjam istilah Syekh Nasih Ulwan, pendidikan anak harus dilaksanakan secara utuh, holistik, dan seimbang, meliputi tiga aspek utama:

1. Pendidikan Fikriyyah, Ruhiyyah, dan Jasadiyyah

Pendidikan anak harus mencakup aspek intelektual (fikriyyah), spiritual (ruhiyyah), dan jasmani (jasadiyyah).

Ketiga aspek tersebut perlu dikembangkan secara seimbang agar anak tumbuh secara menyeluruh.

2. Membentuk Akhlak dan Akidah

Mendidik anak tidak sekadar mengejar peringkat, cara, target, atau tujuan tertentu.

Pendidikan tidak boleh diperlakukan seperti proses fabrikasi yang hanya berorientasi pada hasil akademik.

Lebih dari itu, pendidikan harus membentuk akhlak dan akidah sebagai benteng kehidupan.

3. Mengembangkan Potensi Multidimensional

Setiap anak memiliki potensi multidimensional yang perlu dibantu untuk diaktualisasikan melalui proses pendidikan.

Melalui pendidikan yang tepat, talenta dan potensi anak dapat dikenali, dikembangkan, serta diarahkan secara optimal.

Kesimpulan

Pendidikan merupakan sarana untuk membekali anak agar mampu menjalani kehidupan di dunia sekaligus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

INDIKATOR GURU BERKEMAJUAN DALAM MENDIDIK

Guru Berkemajuan memiliki empat indikator utama dalam menjalankan perannya sebagai pendidik:

1. Normatif

Memberikan arah agar seluruh proses pendidikan berjalan sesuai dengan norma-norma yang dianut.

2. Selektif

Memberikan panduan dalam menentukan pilihan, termasuk memastikan metode dan langkah yang diambil sesuai dengan nilai-nilai kebenaran serta memberikan kemaslahatan.

3. Determinatif

Memberikan ketegasan, kepastian, dan pengaruh positif dalam proses pendidikan.

4. Integratif

Membawa peserta didik menuju kehidupan yang utuh dan aplikatif dengan menanamkan semangat Al-Ma’un, spiritualitas kerja, pembebasan, pemberdayaan, dan hidup berkemajuan.

Baca Juga :  Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

KARAKTER GURU BERKEMAJUAN

Guru Berkemajuan hendaknya memiliki karakter sebagai berikut:

  1. Selalu mencintai anak-anak.
  2. Bertutur kata dengan baik.
  3. Menjadi motivator bagi peserta didik.
  4. Mencintai profesi sebagai guru.
  5. Tidak pernah berhenti belajar.

Karakter tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan pendidikan yang positif dan bermakna.

GURU BERKARAKTER BERKEMAJUAN

Karakter seseorang ibarat sayap. Sayap tidak dapat mengubah arah angin, tetapi seseorang yang memiliki karakter kuat dapat mengubah arah sayapnya untuk mencapai tujuan.

Demikian pula para orang tua dan guru. Mereka bukanlah penentu hidayah bagi anak-anaknya, tetapi memiliki kewajiban untuk mempertajam potensi positif dalam diri anak.

Potensi negatif dan energi yang berlebihan perlu diarahkan agar dapat diubah menjadi kekuatan yang bermanfaat.

Dengan demikian, anak-anak dapat dipersiapkan untuk menjalani kehidupan di dunia sekaligus memiliki bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Empat Integritas Guru Berkemajuan

Guru Berkemajuan hendaknya memiliki empat integritas utama:

  1. Religius: Menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam mendidik.
  2. Inklusif: Terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu merangkul semua peserta didik.
  3. Sustainable: Memiliki komitmen terhadap keberlanjutan proses pendidikan dan pengembangan diri.
  4. Development: Berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara berkelanjutan.

PENUTUP

Guru Berkemajuan bukan sekadar pengajar, melainkan pendidik yang membentuk akhlak, mengembangkan potensi, menanamkan nilai-nilai agama, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi kehidupan dunia serta kehidupan akhirat.

Nasrun minallahi wa fathun qariib.


Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026
KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya
SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan
PDM Garut Dorong AIK Jadi Akar Penguatan Sekolah Muhammadiyah
Ketua PDM Garut Ungkap Makna Jiwa Merdeka: Tak Takut Selain kepada Allah
Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup
Doa Tolak Bala Lengkap, Arab, Latin, dan Artinya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:30 WIB

JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:41 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan

Berita Terbaru

A. R. Nugraha, penulis artikel “Jadilah Guru Berkemajuan” tentang peran guru dalam pendidikan Islam.

KEAGAMAAN

JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:30 WIB