WARTAGARUT.COM – Mahasiswa Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Matematika Sekolah Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran melalui rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kabupaten Garut.
Kegiatan bertema “SMART EDUCATION: Integrasi Smart Learning and Smart Module Design Berbasis Artificial Intelligence untuk Pembelajaran yang Interaktif, Bermakna, dan Berdampak” tersebut dilaksanakan secara bertahap sepanjang Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan berlangsung di dua lokasi. Agenda pertama digelar di SMPN 1 Banyuresmi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan di SMK Fauzaniyyah Sukaresmi pada Kamis, 20 Agustus 2026.
PPL dirancang sebagai kegiatan aplikatif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa pascasarjana. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan digital para guru di Kabupaten Garut.
Guru Dikenalkan dengan Pemanfaatan AI
Pada pelaksanaan di SMPN 1 Banyuresmi, kegiatan diikuti 57 peserta, terdiri atas 27 guru Matematika anggota MGMP Rayon 4 dari sekolah negeri dan swasta serta 30 siswa SMPN 1 Banyuresmi.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana IPI Garut, yakni Direktur Sekolah Pascasarjana Assoc. Prof. Dr. Asep Nurjamin, M.Pd., Wakil Direktur I Dr. Dian Rahadian, M.Pd., Wakil Direktur II Dr. Jamilah, M.Pd., serta Ketua Program Studi S-2 Pendidikan Matematika Dr. Rostina Sundayana, M.Pd.
Dukungan juga datang dari Pengawas SMP Rayon 4 Sadiah, M.Pd. dan Rita Susanti, M.Pd., serta Wakil Kepala SMPN 1 Banyuresmi Yogi Suhendar, S.Pd., M.Pd.
Pelatihan disusun berdasarkan hasil evaluasi awal atau pretest. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas guru belum terbiasa memanfaatkan AI.
Sebagian peserta baru menggunakan instruksi atau prompt sederhana sehingga hasil yang diperoleh dinilai belum optimal.
Empat narasumber kemudian memberikan materi yang berfokus pada penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Rani Permatasari, S.Pd., Gr. membawakan materi RPM berbasis AI, Hilmi Adilanisa, S.Mat. membahas media Genially berbasis AI, sedangkan Intan Nurelitsa, S.Pd. membawakan materi LKPD/E-LKPD interaktif berbasis AI.
Sementara itu, Dr. Rostina Sundayana, M.Pd. memberikan materi mengenai media interaktif dan evaluasi berbasis AI.
AI Dipadukan dengan Media Konkret
Tidak hanya guru, siswa juga mendapat pengalaman belajar melalui pendekatan yang berbeda.
Sebanyak 30 siswa SMPN 1 Banyuresmi mengikuti demonstrasi pameran alat peraga matematika konkret yang dipandu Mumu Setyawan, S.Pd.Gr. dan Laras Dewi Indriyani, S.Pd.Gr.
Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu siswa memahami konsep matematika yang bersifat abstrak melalui media yang dapat diamati dan digunakan secara langsung.
Rangkaian PPL kemudian berlanjut di SMK Fauzaniyyah Sukaresmi. Kegiatan ini melibatkan 51 pendidik, terdiri atas 27 guru SD dari 20 sekolah di Kecamatan Sukaresmi serta 24 guru jenjang SMP, SMA, dan SMK dari Kecamatan Sukaresmi dan Bayongbong.
Acara di Sukaresmi dihadiri pimpinan Sekolah Pascasarjana IPI Garut, Ketua PGRI Sukaresmi Tatang Rahmat, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Yayasan Al Fauzaniyyah Saepulloh, M.Pd., serta Kepala SMK Fauzaniyyah Lutfi Muhammad, S.Pd.Gr.
Ketua Pelaksana PPL, Jakaria, S.Pd.Gr., menyatakan kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara kampus dan pendidik di lapangan untuk memperkuat inovasi pembelajaran.
Smart Module Design dan Smart Learning
Di Sukaresmi, materi dibagi menjadi dua fokus sesuai jenjang pendidik.
Guru jenjang menengah mendapatkan materi Smart Module Design yang dibimbing Wirda Hasanah Waridah, S.Pd., Gr., Senja Ayu Adzani, S.Pd., Gr., dan Dr. Rostina Sundayana, M.Pd.
Sementara itu, kelompok guru SD mengikuti materi Smart Learning.
Dalam sesi evaluasi, Dr. Rostina Sundayana menekankan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan juga perlu diikuti perubahan cara melakukan asesmen.
Menurutnya, asesmen di era AI tidak cukup hanya mengukur jawaban akhir. Proses penalaran dan kemampuan siswa mempertanggungjawabkan konsep yang digunakan juga perlu menjadi bagian dari penilaian.
Pada kelompok guru SD, Dr. Sundayana bersama fasilitator Euis Sumiati, S.Pd.Gr. dan Eva Nurfarida, S.Pd.Gr. melatih penggunaan sejumlah media manipulatif, di antaranya pembuktian sudut, domino matematika, dan garis bilangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan buku karya mahasiswa pascasarjana kepada peserta aktif serta pendistribusian berbagai jenis alat peraga konkret secara gratis kepada 20 sekolah dasar mitra.
Distribusi alat peraga tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pemanfaatan media pembelajaran setelah kegiatan PPL berakhir.
Dengan demikian, program PPL mahasiswa S-2 Pendidikan Matematika IPI Garut tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan AI, tetapi juga memadukannya dengan media konkret. Pendekatan tersebut mempertemukan teknologi digital dengan pengalaman belajar yang lebih langsung bagi guru dan siswa.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar