WARTAGARUT.COM – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh guru Bahasa Inggris di Kabupaten Garut mulai diarahkan tidak hanya untuk membuat teks, soal, media, atau ringkasan materi, tetapi juga mendukung penyusunan modul ajar yang lebih terstruktur.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 yang mempertemukan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut dengan MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Garut.
Program tersebut diikuti 16 guru Bahasa Inggris SMA se-Kabupaten Garut. Program bernomor kontrak hibah 1400/LL4/PG/2026 dan kontrak turunan PT 01/K-Pengabdian/DPPM-IPI/V/2026 ini dipimpin Dr. Yustika Nur Fajriah, M.Pd., Dr. Asep Nurjamin, M.Pd., dan Dr. Lucky Rahayu Nurjamin, M.Pd., bersama dua mahasiswa IPI Garut.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Garut yang diketuai Ike Hikmawati, M.Pd.
Guru Dikenalkan pada SFL-GBA dan GenAI
Program PkM ini berangkat dari kondisi pemanfaatan AI di kalangan guru Bahasa Inggris yang masih banyak digunakan untuk menghasilkan materi secara langsung.
Pendampingan kemudian diarahkan pada pemanfaatan AI yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran berbasis genre melalui Systemic Functional Linguistics–Genre Based Approach (SFL-GBA).

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan pre-test untuk memetakan kondisi awal pemahaman peserta.
Pendampingan inti kemudian berlangsung pada Agustus 2026.
Pada tahap pertama, guru mendapatkan penguatan pemahaman mengenai SFL-GBA sekaligus diajak menganalisis modul ajar yang selama ini digunakan.
Tahap kedua berfokus pada penerapan SFL-GBA dalam penyusunan draf modul. Pada tahap ini, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan Generative AI (GenAI) sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
Sementara tahap ketiga diarahkan pada praktik yang lebih kritis. Guru berlatih menyusun prompt, mengevaluasi keluaran AI, melakukan revisi, hingga mempresentasikan modul yang telah dikembangkan.
Kapasitas Guru Dilaporkan Meningkat
Evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta dalam tiga aspek utama.
Ketiganya meliputi pemahaman terhadap kerangka SFL-GBA, kemampuan memadukan SFL dan GBA dalam penyusunan modul, serta pemahaman mengenai pemanfaatan AI untuk pembelajaran.
Berdasarkan evaluasi program, ketiga aspek tersebut tercatat mengalami peningkatan setelah pendampingan.

Selain peningkatan kapasitas, penggunaan GenAI secara terstruktur dalam proses penyusunan modul dan materi pembelajaran juga dilaporkan dapat memangkas waktu pengerjaan hingga separuh dibandingkan waktu yang biasa dibutuhkan.
Efisiensi tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar bagi guru untuk memusatkan perhatian pada perancangan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Namun, pendekatan yang diberikan dalam program ini tidak menempatkan AI sebagai pengganti peran guru.
Guru justru dilatih untuk menyusun prompt, menilai keluaran AI, kemudian melakukan revisi secara kritis sebelum hasilnya digunakan dalam pengembangan modul ajar.
Hasil Pendampingan Akan Didiseminasikan
Kolaborasi IPI Garut dan MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Garut diarahkan agar hasil program tidak berhenti setelah rangkaian pendampingan selesai.
Modul, buku panduan, dan praktik baik yang dihasilkan selama program direncanakan untuk didiseminasikan melalui forum MGMP.
Dengan demikian, hasil pengembangan yang dilakukan oleh 16 guru peserta dapat menjadi bahan pembelajaran bersama dan berpotensi dimanfaatkan oleh guru Bahasa Inggris lain di Kabupaten Garut.
Program tersebut sekaligus menunjukkan arah pemanfaatan AI dalam pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecepatan menghasilkan materi, tetapi juga pada kemampuan guru mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan pedagogis dan kebutuhan pembelajaran.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar