WARTAGARUT.COM – Kontingen Kabupaten Garut sementara menempati posisi kedua dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 setelah mengantongi dua medali emas.
Garut masih berpeluang menambah medali dan membidik posisi juara umum pada hari terakhir kompetisi.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Surya Mulyana, M.Ag., mengatakan sebanyak 251 anggota kontingen Garut dikirim mengikuti ajang Porseni Madrasah.
Penyelenggaraan PORSENI berlangsung di Tasikmalaya dan memasuki hari terakhir pada Senin, 24 Agustus 2026.
Garut Raih Dua Emas dari Futsal dan Tenis Meja
Surya menyebut dua medali emas yang telah diraih Garut berasal dari futsal MTs dan tenis meja putri MTs.
Selain dua emas, kontingen Garut juga telah mengantongi medali perak dan perunggu. Berdasarkan keterangan Surya, posisi Garut sementara berada di urutan kedua setelah Kabupaten Ciamis.
“Alhamdulillah sementara berada di urutan kedua,” ujar Surya saat ditemui di halaman Kantor Kemenag Garut, Senin, 24 Agustus 2026.
Cabang olahraga, menurut Surya, telah selesai dipertandingkan. Perhatian kini beralih ke cabang seni yang masih berlangsung dan hasilnya akan menentukan posisi akhir kontingen.
Garut masih memiliki peluang menambah medali melalui sejumlah cabang seni, termasuk vokal serta pidato bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.
“Masih bisa bertambah karena kita kan vokal masih berlangsung, terus pidato bahasa Indonesia, bahasa Arab, Inggris masih berlangsung,” katanya.
Target Garut Lima Medali Emas
Kemenag Garut memasang target lima medali emas dalam PORSENI Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut.
Surya optimistis target itu masih dapat dikejar melalui pertandingan dan penilaian pada cabang seni yang berlangsung hingga hari terakhir.
“Target kita lima emas. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujarnya.
Ia berharap performa kontingen Garut dapat membawa daerah tersebut naik dari posisi kedua hingga menjadi juara umum.
Surya bahkan menggunakan slogan “Garut Nyuruduk” untuk menggambarkan semangat kontingen Garut mengejar posisi teratas.
“Masih terbuka lebar. Tunggu hari ini,” katanya ketika ditanya mengenai peluang Garut menjadi juara umum.
PORSENI Jadi Ruang Pengembangan Talenta Siswa
Menurut Surya, PORSENI merupakan salah satu ikhtiar Kementerian Agama Jawa Barat untuk meningkatkan gairah siswa dan orang tua terhadap pendidikan madrasah.
Ia menilai pendidikan madrasah tidak cukup hanya mengembangkan kemampuan akademik atau sains. Siswa juga membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan olahraga dan seni.
“Pendidikan madrasah itu tidak hanya olah pikir, tapi olah raga dan olah rasa melalui seni,” ujarnya.
PORSENI juga menjadi pelengkap setelah sebelumnya terdapat Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang lebih menitikberatkan pada bidang sains.
Menurut Surya, keberadaan PORSENI dan OMI memberikan ruang yang lebih seimbang bagi siswa dengan berbagai jenis talenta.
Tidak semua siswa, katanya, memiliki minat utama di bidang sains. Sebagian siswa justru memiliki potensi kuat di bidang olahraga dan seni.
Pembinaan Harus Dimulai dari Tingkat Madrasah
Surya menegaskan bahwa prestasi dalam satu ajang tidak cukup dijadikan ukuran keberhasilan pembinaan.
Menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tingkat paling dasar.
Ia mendorong agar iklim pertandingan di lingkungan madrasah terus dihidupkan, mulai dari kompetisi antarkelas, antarmadrasah di tingkat kecamatan, antarkelompok kerja madrasah (KKM), hingga tingkat kabupaten.
“Prestasi itu tidak mungkin hanya event satu tahunan, dua tahunan tidak bisa, tapi harus dimulai dari antarkelas, antarsekolah, antarmadrasah, antarkKM,” katanya.
Menurut Surya, pola pembinaan tersebut penting agar siswa yang memiliki passion di bidang olahraga dan seni dapat berkembang secara konsisten dan memiliki kesempatan berprestasi seperti siswa di bidang sains.
Ia mencontohkan prestasi futsal MTsN 1 Garut yang sebelumnya menjadi juara tingkat kabupaten dan kemudian melaju ke tingkat berikutnya.
Kemenag Garut Soroti Peran Pembina
Surya juga mengapresiasi sinergi antara Kemenag, KKM, dan PGM dalam membina siswa hingga mampu berprestasi di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
Namun, ia menilai keberlanjutan pembinaan juga membutuhkan perhatian terhadap para pembina.
Menurutnya, pembina olahraga dan seni di madrasah perlu diberikan apresiasi, masukan, serta tempat yang layak untuk menjalankan pembinaan.
“Jangan dibiarkan pembina-pembina kita diambil oleh orang lain, oleh luar. Apalagi orang luar kabupaten ini sangat disayangkan,” katanya.
Bagi Surya, keberadaan pembina yang kompeten merupakan bagian penting dari ekosistem prestasi madrasah.
Karena itu, hasil PORSENI 2026 tidak hanya akan menjadi catatan perolehan medali, tetapi juga bahan evaluasi untuk memperkuat pola pembinaan siswa di Kabupaten Garut.
Kini, perhatian kontingen Garut tertuju pada hasil cabang seni di hari terakhir. Dengan dua emas yang sudah dikantongi dan target lima emas, peluang Garut untuk memperbaiki posisi masih terbuka.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar