WARTAGARUT.COM – Kampung Pasawahan, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, menjalani penilaian sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas tingkat Polda Jawa Barat 2026 pada Rabu (19/8/2026).
Gedung Pusat Al Mashduqi Islamic School Garut menjadi pusat kegiatan sekaligus forum pertemuan dalam agenda tersebut.
Penilaian ini melibatkan Tim Penilai dari Ditlantas Polda Jabar, Satlantas Polres Garut, Jasa Raharja Kabupaten Garut, unsur Kecamatan Tarogong Kaler, Kelurahan Pasawahan, perwakilan instansi teknis Pemerintah Kabupaten Garut, serta manajemen Al Mashduqi Islamic School Garut.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Kampung Tertib Lalu Lintas yang berfokus pada penguatan kesadaran dan budaya keselamatan di jalan raya.
Al Mashduqi Perkuat Sinergi dengan Kepolisian
Mewakili manajemen Al Mashduqi Islamic School Garut, Wakil Direktur III, Ustaz Muchtar Arifin, mengatakan pihaknya selama ini telah membangun sinergi dengan pemerintah setempat dan jajaran kepolisian dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat serta lingkungan sekitar.
Menurut Muchtar, kolaborasi tersebut tidak hanya berlangsung ketika terdapat agenda penilaian Kampung Tertib Lalu Lintas, tetapi telah dilakukan dalam berbagai kegiatan di kawasan Al Mashduqi.
“Al Mashduqi selama ini rutin membangun sinergi bersama pemerintah setempat dan jajaran Polres Garut, khususnya dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti Parents Meeting, kedatangan tokoh-tokoh dari berbagai bidang untuk stadium general bersama santri murid, maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” ungkapnya.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tertib, khususnya ketika kawasan pendidikan menjadi lokasi kegiatan yang melibatkan banyak peserta.
Kesadaran Masyarakat Jadi Tantangan
Dalam forum penilaian, aspek kesadaran masyarakat menjadi salah satu perhatian yang dinilai masih perlu diperkuat secara bertahap.
Keselamatan jalan raya tidak hanya bergantung pada kehati-hatian satu orang, tetapi juga kepatuhan pengguna jalan lainnya. Karena itu, program Kampung Tertib Lalu Lintas diharapkan dapat mendorong kesadaran bersama atau collective awareness di tengah masyarakat.
“Keselamatan di jalan raya membutuhkan kesadaran bersama. Sebab, meskipun kita sudah berhati-hati, risiko tetap bisa muncul jika pengguna jalan lain kurang berhati-hati. Harapan besar kami, keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas ini menjadi dorongan dan penguatan nyata bagi masyarakat agar senantiasa tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tegas perwakilan forum penilaian.
Tim Polda Jabar Soroti Unsur Religi
Tim Penilai Polda Jawa Barat juga memberikan apresiasi terhadap perpaduan nilai edukasi dan keagamaan yang terlihat di kawasan tersebut.
Perpaduan itu dinilai memberikan karakter tersendiri dalam pelaksanaan program Kampung Tertib Lalu Lintas di Pananjung.
“Ternyata di Pananjung ini bukan sekadar Kampung Tertib Lalu Lintas, melainkan sebuah ‘Kampung Religious Tertib Lalu Lintas’,” ujar perwakilan Tim Penilai Polda Jabar.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penerimaan rombongan di Gedung Pusat Al Mashduqi, dilanjutkan pemaparan program dan peninjauan lapangan di kawasan Kampung Pasawahan.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, Al Mashduqi Islamic School Garut menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berkarakter.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar