WARTAGARUT.COM – Persigar Garut berhasil mencuri satu poin penting saat menghadapi tuan rumah Persikoba Kota Batu pada laga perdana Grup W babak 32 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Rabu (10/6/2026), berakhir dengan skor imbang tanpa gol 0-0.
Hasil tersebut disambut positif oleh Ketua Umum Persigar Garut, H. Rudy Gunawan.
Menurutnya, satu poin dari markas Persikoba menjadi modal berharga dalam perjuangan Persigar untuk lolos ke babak 16 besar.
Persikoba sendiri datang ke fase 32 besar dengan status yang cukup mentereng. Tim asal Kota Batu itu merupakan juara grup pada fase sebelumnya dan belum pernah menelan kekalahan saat babak 64 besar.
“Alhamdulillah target satu poin melawan tuan rumah Kota Batu tercapai. Ini adalah salah satu pintu untuk kita menuju 16 besar. Sebab yang paling berat bagi Persigar adalah melawan tuan rumah Kota Batu,” kata Rudy Gunawan usai pertandingan.
Persigar Dominasi Penguasaan Bola
Meski bermain di hadapan pendukung lawan, Persigar tampil percaya diri sepanjang pertandingan.
Tim berjuluk Laskar Domba Garut bahkan mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Rudy Gunawan mengungkapkan, berdasarkan evaluasi tim pelatih, para pemain mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan sebelum pertandingan.
“Tadi anak-anak bermain baik sesuai instruksi pelatih. Bola sebenarnya dikuasai oleh Persigar sekitar 65 persen berbanding 35 persen. Peluang juga lebih banyak dimiliki Persigar dibanding Kota Batu,” ujarnya.
Meski belum mampu mengonversi peluang menjadi gol, hasil imbang tersebut dinilai menjadi bekal positif untuk menghadapi dua laga berikutnya yang akan menentukan nasib Persigar di Grup W.
Bidik Tiga Poin Saat Hadapi Persemay Maybrat Papua
Setelah mengamankan satu poin dari laga pertama, Persigar kini mengalihkan fokus ke pertandingan kedua melawan Persemay Maybrat Papua yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Rudy Gunawan menegaskan target tim adalah meraih kemenangan saat menghadapi Persemay Maybrat Papua demi memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya.
“Selanjutnya Pada pertandingan kedua melawan Persemay Maybrat, target kita tiga poin. Itu menjadi pertandingan yang sangat penting untuk menentukan langkah Persigar di grup ini,” ungkap Rudy Gunawan.
Ia menambahkan, target keseluruhan Persigar di fase grup adalah mengumpulkan poin yang cukup untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar.
“Selanjutnya pada pertandingan kedua melawan Persemay Maybrat Papua, target kita tiga poin. Itu menjadi pertandingan yang sangat penting untuk menentukan langkah Persigar di grup ini,” ungkap Rudy Gunawan.
Dengan tambahan tiga poin, posisi Persigar akan semakin kuat dalam persaingan menuju babak 16 besar Liga 4 Piala Presiden 2026.
Optimistis Lolos ke Babak 16 Besar
Ketua Umum Persigar Garut, Rugy Gunawan menyebut seluruh elemen tim telah bekerja keras untuk membawa nama Garut berprestasi di tingkat nasional.
Mulai dari manajemen, pelatih, pemain hingga dukungan pemerintah daerah terus bersinergi demi mencapai target yang telah ditetapkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Garut, Dinas Pemuda dan Olahraga, tim pelatih, serta seluruh pemain yang dinilai menunjukkan semangat juang tinggi selama kompetisi berlangsung.
“Tentu segala daya upaya telah kita lakukan. Saya bersama tim pelatih didukung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang perhatiannya cukup besar. Terima kasih kepada Kadispora dan juga para pemain yang militansinya luar biasa,” katanya.
Rudy pun mengajak seluruh masyarakat Garut untuk terus memberikan doa dan dukungan kepada Persigar dalam perjuangannya di Liga 4 Piala Presiden 2026.
“Sekali lagi mohon doa dan dukungan dari masyarakat Garut. Mudah-mudahan Persigar bisa masuk ke babak berikutnya dan meraih hasil terbaik. Kita berikhtiar, Allah yang menentukan,” pungkasnya dari Kota Batu.
Hasil imbang melawan Persikoba menjadi langkah awal yang cukup menjanjikan bagi Persigar. Dengan dua pertandingan tersisa di Grup W, peluang Laskar Domba Garut untuk melangkah ke babak 16 besar masih terbuka lebar.***
Penulis : Soni Tarsoni
















Komentar