WARTAGARUT.COM – Persigar Garut sukses membawa pulang satu poin penting usai menahan imbang tuan rumah Persikoba Kota Batu pada laga pembuka Grup W Babak 32 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026.
Bermain di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Rabu (10/6/2026), duel berlangsung ketat dan berakhir tanpa gol 0-0.
Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Persigar Garut yang langsung menghadapi tekanan besar pada pertandingan perdana fase gugur menghadapi tim tuan rumah.
Pelatih Persigar Garut, Asep Angga Permadi, mengakui laga pertama di Babak 32 Besar bukan pertandingan yang mudah.
Selain menghadapi dukungan penuh suporter lawan, para pemain juga harus menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Menurutnya, mentalitas para pemain menjadi faktor utama yang membuat Persigar mampu tampil kompetitif dan mengendalikan jalannya laga di berbagai momen penting.
Mental Pemain Persigar Garut Dapat Apresiasi
Asep menilai seluruh pemain mampu menjalankan instruksi taktik dengan disiplin serta menunjukkan organisasi permainan yang baik sepanjang pertandingan.
Meski mendapat tekanan dari atmosfer stadion dan sejumlah keputusan wasit yang dinilai memunculkan kontroversi, skuad Persigar tetap mampu menjaga kepercayaan diri dan tidak kehilangan konsentrasi.
“Pertandingan pertama di 32 besar langsung menghadapi tuan rumah tentu tidak mudah. Namun mentalitas pemain berbicara di lapangan. Semua pemain disiplin, terorganisasi dengan baik sesuai taktik yang disiapkan dan mampu menguasai permainan meski mendapat tekanan dari penonton. Para pemain tetap percaya diri dan memiliki mental yang baik,” ujar Asep Angga Permadi.
Gagal Maksimalkan Peluang, Persigar Fokus Dua Laga Penentuan
Meski puas dengan hasil imbang di kandang lawan, Asep mengaku masih menyimpan kekecewaan karena beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.
Namun demikian, ia tetap mensyukuri satu poin yang diraih berkat kerja keras seluruh pemain selama 90 menit pertandingan.
Asep menegaskan tim pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi dua pertandingan tersisa yang akan menentukan nasib Persigar Garut di Grup W.
“Kami tentu kecewa karena beberapa peluang tidak bisa dimaksimalkan. Tetapi satu poin melawan tuan rumah patut disyukuri berkat kerja keras seluruh pemain. Pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menatap dua laga terakhir yang sangat menentukan. Kami wajib memenangkan pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Dengan hasil imbang tersebut, peluang Persigar Garut untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase berikutnya masih terbuka. Dua laga selanjutnya akan menjadi penentu langkah tim berjuluk Laskar Domba Garut itu di Liga 4 Piala Presiden 2026.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar