WARTAGARUT.COM – Lunturnya adab, maraknya pelecehan verbal, hingga perilaku negatif di ruang digital menjadi sorotan utama dalam kegiatan Kartini Inspire Day yang digelar Badan Eksekutif Santri Murid Terpadu (BEST) Al Mashduqi IIBS Garut, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Drs. H. Dede Satibi itu mengusung tema “Meneladani R.A. Kartini dan R.M. Sosrokartono: Menjaga Marwah Diri dan Lingkungan Sehat menuju Generasi Berdaya untuk Bangsa”.
Dalam kegiatan tersebut, BEST Al Mashduqi menghadirkan sinergi antara ahli gizi dan psikolog internal untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para santri murid mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, kesehatan mental, serta lingkungan sekolah yang aman dan bermartabat.
Menteri Pemberdayaan Perempuan Badan Eksekutif Santri Terpadu (BEST) Al Mashduqi mengajak seluruh santri untuk tidak hanya mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dan Raden Mas Sosrokartono sebagai sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini, kita tidak hanya sedang memperingati tanggal di kalender. Kita sedang berkumpul untuk memeluk kembali semangat seorang perempuan luar biasa bernama Kartini dan saudara hebatnya, Sosrokartono,” ujarnya.
Dalam presenting speech tersebut, ia juga menyinggung berbagai fenomena sosial yang kini banyak dihadapi generasi muda, mulai dari lunturnya adab, meningkatnya perilaku perundungan, hingga maraknya pelecehan verbal dan digital di lingkungan pendidikan.
“Kalau kita melihat kondisi di luar, hati kita mungkin sedikit perih. Banyak ruang yang seharusnya menjadi rumah kedua justru terasa menakutkan karena lunturnya adab, maraknya candaan yang menyakitkan, hingga pelecehan melalui layar digital,” katanya.
Menurutnya, BEST Al Mashduqi tidak ingin hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan yang terjadi, tetapi ingin ikut mengambil peran nyata untuk membangun perubahan.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan BEST Campaign yang melibatkan seluruh santri. Dalam sesi tersebut, para santri murid menuliskan keresahan dan janji mereka dalam bentuk catatan refleksi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maklumat Kartini Inspire Day sebagai bentuk komitmen bersama.
Pembacaan maklumat dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Santri Terpadu Al Mashduqi.
Setelah itu, para santri murid menempelkan sticky note pada baligo kampanye sebagai simbol komitmen kolektif untuk menjaga marwah diri dan lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus ruang transformasi bagi para santri murid agar tidak hanya memahami persoalan sosial yang terjadi, tetapi juga berani menjadi bagian dari solusi.***
Penulis : Soni Tarsoni

















