Enjang Tedi Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Anak di SLB Muhammadiyah Bayongbong Garut

Senin, 5 Februari 2024 - 17:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Enjang Tedi Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Anak di SLB Muhammadiyah Bayongbong Garut

Enjang Tedi Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Anak di SLB Muhammadiyah Bayongbong Garut

WARTAGARUT.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Enjang Tedi, S.Sos., M.Sos., melakukan kegiatan sosialisasi Pencegahan & Penanganan Kekerasan pada Anak di SLB Muhammadiyah Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Senin (5/2/2024).

Enjang Tedi menyoroti urgensi sosialisasi ini dengan merujuk pada Latar Belakang Perda Provinsi Jabar No.3/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. 

Menurutnya, hak setiap anak harus dijunjung tinggi sebagaimana yang tercantum dalam UUD RI Tahun 1945 dan Konvensi PBB.

“Fenomena kekerasan dan eksploitasi anak masih sering terjadi, seperti anak terlantar, anak yang menjadi korban tindak kekerasan, dll. Penyelenggaraan perlindungan anak menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin anak agar dapat diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan suportif,” ungkap Enjang Tedi.

Dalam sesi sosialisasinya, Enjang Tedi membahas secara rinci kasus-kasus kekerasan pada anak yang sering terjadi, seperti penculikan, kekerasan, eksploitasi anak, hingga bullying di berbagai lingkungan. 

Ia menekankan bahwa kekerasan pada anak bisa berwujud fisik, verbal, maupun emosional.

“Jenis dan wujud kekerasan pada anak melibatkan penggunaan kekuatan fisik, verbal, atau emosional yang merugikan atau melukai anak, baik oleh orang dewasa maupun sesama anak-anak. Ini bisa berupa perlakuan kasar, eksploitasi, pelecehan, atau pengabaian,” jelas Enjang Tedi.

Baca Juga :  Persib vs Garudayaksa Malam Ini, Simak Jadwal dan Misi Maung Bandung

Ia juga membahas faktor penyebab kekerasan pada anak, melibatkan faktor internal, faktor eksternal, serta peran lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. 

Tanda-tanda kekerasan pada anak, seperti perubahan perilaku, cedera fisik, ketakutan, dan kecemasan yang tidak wajar, juga turut diuraikan.

Dalam upaya pencegahan, Enjang Tedi menekankan peningkatan kesadaran orang tua, anak, masyarakat, dan lembaga pendidikan terkait hak dan perlindungan anak. 

Ia juga menggarisbawahi perlunya edukasi dan konseling bagi orang tua mengenai pengasuhan anak, serta pemberian alternatif pengasuhan bagi anak yang terpisah dari lingkungan keluarga.

Dalam konteks penanganan kekerasan pada anak, Enjang Tedi juga membahas langkah-langkah konkrit untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada anak yang menjadi korban.

Beliau menggarisbawahi bahwa setiap orang wajib melaporkan dugaan adanya tindak pidana pelecehan dan kekerasan anak di sekitarnya.

“Perlindungan khusus harus diberikan pada anak yang berada dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, hingga anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya,” jelas Enjang Tedi.

Baca Juga :  Inter vs Fiorentina: Gol Menit Akhir Bawa Inter Menang 2-1

Pemberian perlindungan khusus juga mencakup anak yang menjadi korban pornografi, memiliki Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV), serta anak yang menjadi korban penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan. 

Enjang Tedi menegaskan bahwa upaya ini harus melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih aktif.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Ini bisa melibatkan orang perseorangan, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga sosial, organisasi profesi, dunia usaha, dan media. Kita semua memiliki peran dalam melindungi anak-anak kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Enjang Tedi menjelaskan ketentuan pidana bagi pelanggaran terhadap kewajiban perlindungan anak. 

Menurutnya, setiap orang yang melanggar, seperti tindak pidana pelecehan dan kekerasan anak di sekitarnya, dapat diancam pidana kurungan hingga tiga bulan atau denda maksimal Rp50.000.000,00.

“Kita harus melibatkan diri dalam melaporkan dugaan tindakan kekerasan pada anak dan melindungi mereka dari pengaruh yang merugikan. Kita semua bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi perkembangan anak-anak kita,” tegas Enjang Tedi. (soni)***

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak
Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional
Berita ini 95 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Berita Terbaru

Ilustrasi kondisi langit di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT TERKINI

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:44 WIB

Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (25/10/2026).

Olahraga

Inter vs Fiorentina: Gol Menit Akhir Bawa Inter Menang 2-1

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:45 WIB