WARTAGARUT.COM – Transformasi besar sedang dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut. Kampus kebanggaan Garut ini tak hanya sedang bersiap menjadi Institut Kesehatan, tapi juga tengah membenahi kualitas SDM—terutama dosen—agar bisa sejajar dengan perguruan tinggi kelas dunia.
Dalam acara “Sosialisasi dan Workshop Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi Dosen” yang digelar di Kampus 1 STIKes Karsa Husada Garut, Rabu (16/4), Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap komitmen kampus ini.
“Alhamdulillah, siang ini saya berada di STIKes Karsa Husada Garut, salah satu perguruan tinggi kesehatan terbaik di wilayah ini. Insya Allah, tidak lama lagi akan menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada dan menuju kampus unggul berkelas dunia,” ujar Dr. Lukman dalam wawancara dengan WartaGarut.com.
Namun, transformasi menuju institut bukan sekadar perubahan nama. Menurutnya, pondasi utamanya ada pada sumber daya manusia. Dalam hal ini, jabatan fungsional dosen menjadi target utama.
“Yang sudah asisten ahli kita dorong jadi lektor, lektor jadi lektor kepala, dan lektor kepala harus siap jadi profesor. Harapan saya, kalau sekarang ada 8 prodi, berarti minimal harus ada 8 profesor,” tegasnya.
Dr. Lukman juga memberi semangat sekaligus tantangan. Ia menjelaskan, bila semua persyaratan administratif dosen lengkap dan sesuai ketentuan sistem, SK kenaikan jabatan bisa langsung diteken dalam waktu singkat.
“Kalau hari ini syaratnya lengkap, malam ini juga saya tanda tangan. Tapi kalau nggak lengkap, ya bisa minggu depan. Jadi bukan tergantung saya, tapi tergantung dosennya. Saya sih tanda tangan 5 menit kelar,” katanya sambil tersenyum.
Workshop ini diharapkan mampu mendorong percepatan pengajuan jabatan fungsional dosen STIKes Karsa Husada Garut. Mulai dari jenjang asisten ahli, lektor, hingga lektor kepala dan profesor.
Transformasi ini menjadi langkah konkret untuk menjadikan kampus ini bukan hanya unggul di tingkat nasional, tapi juga mampu bersaing secara global.***
Penulis : Soni Tarsoni










