Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kegiatan pengajian Aisyiyah di Masjid Al-Ihwan, Kantor PDM Garut, Selasa (20/10/2026).

kegiatan pengajian Aisyiyah di Masjid Al-Ihwan, Kantor PDM Garut, Selasa (20/10/2026).

WARTAGARUT.COM – Mendustakan ayat-ayat Allah bukan hanya berkaitan dengan penolakan terhadap kebenaran, tetapi juga sikap menyombongkan diri, menyimpangkan petunjuk, hingga mengabaikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., dalam Pengajian Aisyiyah di Masjid Al-Ihwan, Kantor PDM Garut, Jalan Pembangunan, Selasa (20/10/2026).

Materi pengajian tersebut merujuk pada Surah Fussilat ayat 40 yang mengingatkan manusia bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan Allah SWT.

Dalam pembahasannya,  Dr. Agus Rahmat mengangkat makna perilaku orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, termasuk tindakan menyimpangkan kebenaran dan mengabaikan petunjuk yang telah diketahui.

Mendustakan Ayat Allah Bukan Sekadar Menolak Kebenaran

Salah satu pokok bahasan dalam materi pengajian ialah kata yulhiduna dalam Surah Fussilat ayat 40, yang dijelaskan berkaitan dengan tindakan menyimpang atau membelok dari jalan yang lurus.

Pemaknaan tersebut mengajak umat Islam untuk tidak hanya memahami ayat sebagai bacaan, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Dalam konteks itu, perilaku mendustakan ayat Allah dapat berkaitan dengan penolakan terhadap kebenaran, termasuk ketika seseorang mengetahui petunjuk tetapi memilih mengabaikannya.

“Memahami ayat-ayat Allah tidak cukup hanya dengan membacanya. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu dipahami, diterima, dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ujar Dr Agus Rahmat Nugraha.

“Perbuatlah Apa yang Kamu Kehendaki” Bukan Izin Bermaksiat

Dr Agus juga mengangkat penggalan Surah Fussilat ayat 40, i’malū mā syi’tum, yang berarti “perbuatlah apa yang kamu kehendaki”.

Baca Juga :  Qisti dan Marsela Harumkan MAN 1 Garut Lewat Lomba Syarhil Qur’an

Dalam materi pengajian, kalimat tersebut dijelaskan bukan sebagai izin bagi manusia untuk melakukan apa saja tanpa batas.

Sebaliknya, ungkapan itu merupakan peringatan keras bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan tidak luput dari pengetahuan Allah SWT.

Pemahaman terhadap ayat tersebut perlu memperhatikan konteksnya secara utuh agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.

“Ungkapan ‘perbuatlah apa yang kamu kehendaki’ bukan berarti manusia bebas melakukan kemaksiatan. Kalimat itu merupakan peringatan bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” ungkapnya.

Pembahasan ini juga dikaitkan dengan Surah Al-Kahfi ayat 29, Surah Ibrahim ayat 30, serta hadis riwayat Bukhari mengenai seseorang yang tidak lagi memiliki rasa malu.

Pesan yang ditekankan adalah bahwa kebebasan memilih tidak menghapus tanggung jawab moral dan keagamaan atas tindakan yang dilakukan.

Kesombongan Bisa Membuat Seseorang Menolak Kebenaran

Materi pengajian turut menguraikan sejumlah sikap yang berkaitan dengan perilaku mendustakan ayat-ayat Allah, antara lain penolakan terhadap kebenaran, kesombongan, dan pengabaian terhadap praktik ajaran agama.

Sikap sombong menjadi perhatian karena seseorang bisa saja telah mengetahui kebenaran, tetapi enggan menerimanya akibat gengsi atau keinginan mempertahankan pendapat sendiri.

“Persoalannya bukan hanya apakah seseorang mengetahui kebenaran, tetapi juga apakah ia bersedia menerima dan mengamalkannya. Pengetahuan agama seharusnya membimbing perilaku, bukan berhenti pada pemahaman semata,” tutur Dr. Agus Rahmat Nugraha.

Baca Juga :  Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas

Materi tersebut juga mengangkat perumpamaan dalam Al-Qur’an, seperti keledai yang membawa kitab-kitab dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 5.

Perumpamaan ini dijelaskan sebagai gambaran tentang pengetahuan yang tidak diikuti pemahaman dan pengamalan.

Sementara itu, Surah Al-A’raf ayat 175–177 menjadi rujukan untuk menjelaskan bahaya mengikuti hawa nafsu setelah memperoleh petunjuk.

Setiap Perbuatan Berada dalam Pengawasan Allah

Pokok penting lainnya dalam pembahasan Surah Fussilat ayat 40 adalah pengawasan Allah terhadap seluruh perbuatan manusia, termasuk niat dan upaya yang dilakukan untuk menentang kebenaran.

Pesan tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak hanya menjaga perilaku yang terlihat orang lain, tetapi juga memperhatikan niat dan sikap ketika berhadapan dengan kebenaran.

“Tidak ada perbuatan yang luput dari pengetahuan Allah. Karena itu, setiap orang perlu menjaga sikap, niat, dan tindakannya, termasuk ketika tidak ada orang lain yang melihat,” kata Dr Agus.

Materi tersebut turut menjelaskan konsekuensi bagi orang yang terus-menerus mengingkari petunjuk Allah, dengan merujuk pada sejumlah ayat Al-Qur’an mengenai penolakan terhadap kebenaran dan balasan di akhirat.

Melalui pembahasan tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan ajaran agama sebagai pedoman hidup, menghindari kesombongan, serta menyelaraskan pengetahuan dengan pengamalan.

Pengajian Aisyiyah di Masjid Al-Ihwan, Kantor PDM Garut, menjadi ruang untuk mendalami pesan Surah Fussilat ayat 40 sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran terhadap kebenaran dan tanggung jawab atas setiap perbuatan.***

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya
Ketua PDM Garut Dorong Guru ISMUBA Jadi Penggerak Pendidikan Holistik
Ketua PDM Garut Tekankan Empat Kekuatan dalam Kaderisasi Muhammadiyah
AI Makin Canggih, Ketua PDM Garut Ungkap Tantangan Kader Muhammadiyah di Era Digital
JADILAH GURU BERKEMAJUAN
Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:56 WIB

PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Ketua PDM Garut Dorong Guru ISMUBA Jadi Penggerak Pendidikan Holistik

Minggu, 27 September 2026 - 12:21 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Empat Kekuatan dalam Kaderisasi Muhammadiyah

Berita Terbaru