WARTAGARUT.COM – Ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendukung masuknya investasi.
Karena itu, Pemkab Garut dan PLN UP3 Garut membahas penguatan pelayanan listrik sekaligus pencegahan gangguan jaringan akibat aktivitas menerbangkan layang-layang.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Manager PLN UP3 Garut M. Akbar Hurianda di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (30/9/2026).
Bagi pemerintah daerah, kebutuhan energi menjadi bagian penting dalam kesiapan Garut menerima investasi.
Bupati Abdusy Syakur mengatakan ketersediaan listrik yang memadai diperlukan agar aktivitas investasi dapat didukung dengan infrastruktur energi yang sesuai.
“Sehingga ke depan, Garut akan menjadi daerah yang siap mendukung adanya investasi di Kabupaten Garut,” kata Abdusy Syakur.
Manager PLN UP3 Garut M. Akbar Hurianda menyatakan PLN siap mendukung kebutuhan listrik bagi investor di Kabupaten Garut.
Menurutnya, dukungan tersebut membutuhkan koordinasi yang lebih intensif antara PLN, pemerintah daerah dan masyarakat.
“PLN Garut siap untuk mendukung investasi yang ada di Kabupaten Garut, dan tentu itu perlu adanya kolaborasi yang makin intens dengan Pemerintah Kabupaten Garut dan masyarakat,” ujar Akbar.
Gangguan Listrik Akibat Layang-layang Jadi Perhatian
Selain kebutuhan listrik untuk investasi, persoalan gangguan jaringan juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
PLN meminta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencegah aktivitas menerbangkan layang-layang di sekitar jaringan listrik.
Menurut Akbar, aktivitas tersebut menjadi salah satu penyebab gangguan listrik di Garut.
“Mudah-mudahan kami bisa di-support. Terima kasih juga Pak Bupati, terkait dengan layang-layang itu kami juga memohon dukungan, support, serta bantuan dari masyarakat,” ucapnya.
Persoalan keselamatan jaringan listrik sebelumnya juga menjadi perhatian PLN UP3 Garut.
Pada September 2026, PLN melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko aktivitas di sekitar jaringan listrik, termasuk bermain layang-layang.
PLN mengimbau masyarakat memilih lokasi bermain yang jauh dari jaringan listrik karena layang-layang, terutama yang menggunakan material penghantar listrik, dapat menimbulkan risiko keselamatan dan gangguan jaringan.
Listrik Andal Jadi Bagian dari Dukungan Investasi
Pembahasan mengenai listrik untuk investasi bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga keandalan pelayanan.
Kebutuhan tersebut semakin relevan dengan berkembangnya aktivitas industri di Kabupaten Garut.
Sehari sebelum audiensi, PLN UP3 Garut diberitakan mendukung ekspansi industri sepatu PT Ultimate Noble Indonesia melalui perubahan daya pelanggan dari 5.190 kVA menjadi 7.500 kVA.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan energi dapat mengikuti perkembangan aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga keandalan jaringan dengan menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.
Bagi Pemkab Garut dan PLN UP3 Garut, dua persoalan tersebut—kebutuhan listrik bagi investasi dan pencegahan gangguan jaringan—sama-sama berkaitan dengan kualitas pelayanan kelistrikan di daerah.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar