STIKes Karsa Husada Garut Dukung Mahasiswa D3 Farmasi Hadapi UKMPDFI: Harap Lulus 100 Persen!

Senin, 28 Juli 2025 - 18:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

STIKes Karsa Husada Garut Dukung Mahasiswa D3 Farmasi Hadapi UKMPDFI Harap Lulus 100 Persen!

STIKes Karsa Husada Garut Dukung Mahasiswa D3 Farmasi Hadapi UKMPDFI Harap Lulus 100 Persen!

WARTAGARUT.COM – Ketua STIKes Karsa Husada Garut, H. Engkus Kusnadi, S.Kep., M.Kes., memberikan dukungan penuh kepada seluruh mahasiswa Program Studi D3 Farmasi yang tengah menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Diploma Farmasi Indonesia (UKMPDFI) pada 26–27 Juli 2025.

Dalam pernyataannya, H. Engkus menyampaikan harapannya agar seluruh peserta diberikan kelancaran, ketenangan, serta hasil terbaik.

Ia menegaskan bahwa kampus percaya seluruh mahasiswa telah siap menjadi tenaga farmasi yang profesional dan berintegritas.

“Semoga semua mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi ini bisa lulus 100 persen,” ujar Engkus.

H. Engkus juga menjelaskan bahwa pelaksanaan UKMPDFI memiliki perbedaan dibanding uji kompetensi untuk program studi kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Sampah Menumpuk di Garut, Yudha Puja Turnawan Desak Anggaran 2027 Naik

Jika sebagian besar uji kompetensi berada di bawah koordinasi Komite Nasional, maka uji kompetensi Farmasi berada di bawah naungan Konsil Keparmasian.

“Ini memang berbeda, karena secara kebijakan regulasi, organisasi profesi farmasi mengelola uji kompetensinya sendiri. Sempat bergabung dengan Komite Nasional, tapi sekarang kembali ke Konsil Keparmasian,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan yang berbeda ini juga berdampak pada waktu uji yang lebih awal dibanding prodi kesehatan lainnya. Meski demikian, semangat dan persiapan mahasiswa tetap menjadi kunci utama keberhasilan.

Lebih lanjut, Engkus menyoroti wacana pengembangan sistem uji kompetensi dari metode CBT (Computer Based Test) menjadi OSCE (Objective Structured Clinical Examination). Menurutnya, hal ini bisa menjadi tantangan baru, terutama dari sisi pembiayaan.

Baca Juga :  H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan

“Kalau nanti pakai OSCE, tentu akan butuh alat, bahan, penguji—yang pada akhirnya akan membebani mahasiswa. Kita berharap cukup dengan CBT saja,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari pemerintah dalam mempertimbangkan kebijakan uji kompetensi agar tidak menjadi beban bagi mahasiswa, terutama dari segi ekonomi.

“Setelah lulus, kita harap mereka semua bisa langsung bekerja, jadi kebanggaan bagi keluarga dan institusi,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas
Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi
IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG
H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan
Ketua Pembina YDHIG Ungkap Hasil Visitasi FKG IKKHG, Target Pembukaan Tahun 2027
PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya
ILUNI ONE Garut Gelar Pasanggiri Jaipong dan Lomba Lagu Antar Angkatan
SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Pertandingan Voli FKKS Korwil 1

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:39 WIB

H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Ketua Pembina YDHIG Ungkap Hasil Visitasi FKG IKKHG, Target Pembukaan Tahun 2027

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:56 WIB

PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya

Berita Terbaru