WARTAGARUT.COM – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang konten kreator, Holis Muhlisin, mengalami intimidasi diduga oleh keluarga Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa itu mencuat setelah Holis mengunggah kritik terkait kualitas pembangunan di desa tersebut.
Putri Karlina menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik merupakan perbuatan yang keliru dan tidak dapat dibenarkan, terlebih dalam konteks kepemimpinan di tingkat desa.
“Mengintimidasi itu sudah pasti salah. Ini harus menjadi pelajaran bersama. Ketika memilih menjadi pimpinan, kita harus siap menerima kritik, bahkan kritik yang tidak menyenangkan,” ujar Putri Karlina dalam pernyataannya yang diunggah di Instagram @putri.karlina14.
Ia mengaku prihatin karena kasus serupa kembali terjadi di Kabupaten Garut, padahal sebelumnya sudah ada peristiwa yang viral dengan pola hampir sama.
Menurutnya, kejadian berulang menunjukkan belum adanya pembelajaran dari kesalahan masa lalu.
“Beberapa bulan lalu, kasus intimidasi oleh kepala desa juga sempat viral. Sekarang kok bisa kejadian lagi? Padahal kalau sudah viral, dampaknya itu panjang dan tidak sederhana,” katanya.
Putri Karlina juga menyampaikan refleksi pribadi.
Ia mengaku pernah berada di posisi yang salah ketika merespons kritik dengan emosi, dan pengalaman itu menjadi pelajaran berharga agar tidak mengulang kesalahan serupa.
“Marah-marah itu bukan solusi. Saya pernah salah, dan saya tidak ingin kesalahan itu terulang, baik oleh saya maupun oleh pejabat lainnya,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut konkret, Putri Karlina mengungkapkan telah berkoordinasi langsung dengan Inspektorat Kabupaten Garut untuk melakukan audit di Desa Panggalih.
Audit tersebut, kata dia, bukan bertujuan menjatuhkan kepala desa, melainkan untuk menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.
“Saya sudah menelepon Inspektur agar segera turun ke desa dan melakukan audit. Bukan untuk mencelakakan kepala desa, tapi untuk memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika pengelolaan dana desa dan pembangunan sudah berjalan sesuai aturan, maka kepala desa seharusnya tidak perlu merasa takut terhadap audit.
Sebaliknya, audit justru menjadi sarana klarifikasi atas berbagai tudingan yang beredar.
“Kalau memang pembangunan ada dan dana desa digunakan sesuai kebutuhan, tidak perlu takut diaudit. Dari situ akan jelas, kemana dana desa itu digunakan,” ujarnya.
Putri Karlina memastikan hasil audit Inspektorat nantinya akan disampaikan secara terbuka agar publik, termasuk pihak yang menyampaikan kritik, mendapatkan gambaran utuh dan berimbang.
Lebih jauh, ia mengingatkan seluruh kepala desa dan pejabat publik di Garut agar bersikap lebih dewasa dalam menyikapi kritik.
Menurutnya, keterbukaan dan sikap legowo merupakan syarat utama dalam kepemimpinan.
“Kritik itu konsekuensi jabatan. Harus diterima dengan lapang dada, bukan dengan emosi. Kalau kerja kita benar, tidak ada yang perlu ditakuti,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Putri Karlina mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Garut yang aktif menyampaikan masukan, baik melalui konten media sosial, pesan langsung, maupun kanal lainnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti setiap laporan secara proporsional.
“Terima kasih kepada masyarakat yang terus memberi masukan. Terimakasih kepada pak Gubernur Insya Allah, selanjutnya kami tangani di tingkat kabupaten,” pungkasnya.***
Jangan lewatkan berita penting se-Garut!
Klik 🔔 Lonceng Merah di pojok kanan bawah sekarang, lalu ikuti Saluran WhatsApp
“WARTA GARUT” untuk dapat kabar tercepat, akurat, dan terpercaya setiap hari.
Gratis selamanya!
Penulis : Soni Tarsoni









