WARTAGARUT.COM – Rangkaian kegiatan Haul Sesepuh dan Temu Alumni Pondok Pesantren Hidayatul Faizien berlangsung khidmat dan meriah selama 8–11 April 2026 di Kabupaten Garut, dengan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus memperkuat kebersamaan umat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Aceng Malki, yang juga pimpinan pondok pesantren tersebut, menegaskan bahwa haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk melanjutkan perjuangan para sesepuh.
“Haul ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan para sesepuh dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pesantren harus terus hadir memberikan manfaat nyata bagi umat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
“Kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal,” katanya.
Haul tersebut didedikasikan untuk sejumlah sesepuh pesantren, di antaranya KH Abdul Wahab, KH Abdul Qohar, KH Rd. Hidayatullah, KH A. Wajihaddien, KH A. Mimar Hidayatullah, Nyimas Hj. Etih Fatimah, serta H. A. Dudih Muharram beserta keluarga besar Hidayatul Faizien.
Selama empat hari pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar, mulai dari khotmil Qur’an yang melibatkan santri dan masyarakat, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni budaya seperti hadroh, marawis, qosidah khas Garut, dan pencak silat.
Selain kegiatan keagamaan dan budaya, panitia juga menyediakan layanan sosial bagi masyarakat, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan, layanan SIM, serta pembayaran pajak kendaraan.
Puncak acara menghadirkan tokoh nasional, Said Aqil Siradj, yang menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren dan nilai-nilai Islam moderat di tengah tantangan global.
“Anak cucu para pendiri pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para ulama. Rawat pesantren ini dengan keikhlasan, ilmu, dan keteladanan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk tidak ragu mempercayakan pendidikan anak kepada pesantren karena mampu membentuk kecerdasan intelektual sekaligus spiritual.
“Santri harus menjadi generasi penerus ulama. Belajarlah dengan tekun, jaga adab, hormati guru, dan amalkan ilmu,” pesannya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan jamaah yang hadir menjadikan haul ini sebagai agenda besar yang tidak hanya memperkuat nilai spiritualitas, tetapi juga mempererat kebersamaan serta kepedulian sosial di Kabupaten Garut.
“Ini bukti bahwa pesantren tetap menjadi pusat penguatan nilai umat dan kebersamaan masyarakat,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni
















