WARTAGARUT.COM – Keputusan mengejutkan datang dari Persib Bandung setelah pelatih
Bojan Hodak resmi meninggalkan kursi pelatih kepala usai membawa Maung Bandung menjuarai Super League musim 2025/2026.
Sosok asal Kroasia itu kini akan menjalani peran baru di internal klub sebagai Shareholder Group Technical Advisor.
Pengumuman resmi disampaikan
Persib Bandung pada Senin malam, 25 Mei 2026 melalui akun media sosial resmi klub.
Perubahan besar di tubuh tim juara ini langsung memicu perhatian besar bobotoh dan pecinta sepak bola nasional karena Bojan Hodak merupakan sosok penting di balik dominasi Persib dalam tiga musim terakhir.
Dalam struktur baru tersebut, Bojan Hodak tidak sepenuhnya meninggalkan Persib.
Pria berusia 55 tahun itu tetap menjadi bagian penting klub dengan fokus baru pada strategi jangka panjang dan pengembangan teknis di level manajemen.
Posisi Shareholder Group Technical Advisor memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemegang saham dan tim sepak bola.
Jabatan ini juga bertanggung jawab terhadap arah pembangunan klub, penguatan filosofi permainan, pengembangan proyek jangka panjang, hingga menjaga kesinambungan prestasi Persib di masa depan.
Model jabatan seperti ini lazim digunakan klub-klub besar dunia yang ingin mempertahankan pengaruh figur sukses di balik layar tanpa harus berada langsung di bench pertandingan.
Keputusan Bojan Hodak mundur dari kursi pelatih terjadi hanya beberapa hari setelah Persib memastikan gelar juara Super League 2026.
Prestasi itu semakin menegaskan dominasi Maung Bandung di kompetisi nasional.
Sejak datang pada 2023, Bojan Hodak berhasil mengubah Persib menjadi kekuatan paling stabil di sepak bola Indonesia.
Di bawah arahannya, Persib sukses mencatat sejarah sebagai klub pertama yang mampu meraih hattrick juara Liga Indonesia di era profesional.
Tidak hanya membawa trofi, Bojan juga dikenal berhasil membangun mental juara dan karakter permainan agresif yang membuat Persib konsisten bersaing di papan atas selama tiga musim berturut-turut.
Kesuksesan tersebut turut membuat Bojan Hodak meraih penghargaan pelatih terbaik liga sebanyak tiga kali secara beruntun.
Catatan itu menjadi salah satu pencapaian paling dominan dala
m sejarah kepelatihan Liga Indonesia modern.
Persib juga bergerak cepat menentukan pengganti. Posisi pelatih kepala kini resmi diberikan kepada Igor Tolic yang sebelumnya menjabat asisten pelatih.
Promosi ini dinilai menjadi langkah aman karena Igor sudah memahami filosofi permainan dan struktur tim yang dibangun Bojan selama beberapa musim terakhir.
Manajemen Persib tampaknya ingin menjaga stabilitas tim menjelang musim baru dengan tetap mempertahankan fondasi taktik dan chemistry skuad juara.
Pergantian posisi Bojan Hodak dipastikan menjadi salah satu isu terbesar di sepak bola nasional saat ini.
Di tengah dominasi Persib dan tingginya ekspektasi bobotoh, perubahan struktur kepelatihan akan menjadi sorotan utama menjelang kompetisi musim depan.
Banyak pendukung Persib menilai keputusan mempertahankan Bojan dalam struktur manajemen teknis merupakan langkah cerdas agar identitas permainan dan budaya juara tetap terjaga.
Kontrak Bojan Hodak sebagai pelatih kepala memang berakhir pada 31 Mei 2026 bersamaan dengan berakhirnya musim Super League.
Namun alih-alih meninggalkan klub, Bojan memilih tetap bertahan dan mengambil peran strategis baru demi menjaga kesinambungan proyek besar Persib Bandung.
Dengan perubahan ini, Persib memasuki era baru setelah menciptakan dominasi langka di sepak bola Indonesia.
Publik kini menunggu bagaimana Igor Tolic melanjutkan warisan sukses yang ditinggalkan Bojan Hodak sambil tetap berada di bawah pengawasan sosok arsitek juara tersebut.***
Penulis : Soni Tarsoni