Optimalisasi Data Stunting Dengan e-PPGBM

Selasa, 24 Mei 2022 - 10:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

WARTA GARUT – Bertempat di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (23/5/2022), Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut menggelar acara Review Data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) bagi Pelaksanana Gizi dan Bidan Puskesmas Dalam Rangka Optinalisasi Data Stunting di Kabupaten Garut Tahun 2022.

Kepala Dinkes Garut, dr. Maskut Farid, menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Garut, terkait pencarian stunting bulan Juni nanti. Hal ini dilakukan karena tingginya angka stunting di Kabupaten Garut, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

“Itu pertama memperbaiki data yang valid sesuai dengan Kemenkes, kita kan 7,9 % (sementara) Kemenkes kan 35,2 % . Ini kan mana yang benar nih, sudahlah kita ikutin Kemenkes kita cari lagi. Kalau yang 7,9 % ini udah ada nama-namanya, nah kita ingin cari (yang) 35,2 % dengan menimbang lagi selama sebulan full kita mencari (data) stunting,” ujar Kadinkes Garut.

Ia menuturkan setelah mendapatkan data yang valid, nantinya pihak Dinkes Garut akan memberikan asupan makanan bagi anak yang mengalami stunting, sehingga diharapkan anak tersebut tidak stunting lagi dan juga tidak ada stunting baru lagi.

Baca Juga :  Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari

“Nah inilah yang merupakan PR kita terutama di Dinkes ya, harus kita usahakan terutama sejak konsepsi pembuahan bayi sampai 5 tahun ini program-programnya harus kita sukseskan, baik cakupannya maupun juga kualitasnya tidak hanya sekedar formalitas saja,” ucapnya.

Dalam penanganan stunting ini, lanjut dr. Maskut, harus diselesaikan secara bertahap mulai dari monitoring dan evaluasi (monev) lapangan sampai mengetahui sebab akibat anak tersebut bisa mengalami stunting, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, lingkungan, atau pola asuh dan hal lainnya.

“Ya setelah punya data ini, setelah kita punya data per desa jumlah stunting, dan masalahnya apa, kalau dia stunting itu (penyebabnya) ada dari sisi ekonomi, apakah pendidikan, apakah lingkungan kumuh, apakah karena pola asuhnya gak bener, apakah karena ada penyakit penyerta di keluarganya (seperti) ada TBC, ibunya ada leukemia dan lain-lain,” lanjut dr. Maskut.

Melalui pendataan secara masif ini, imbuhnya, nantinya diharapkan bisa memudahkan semua pihak dalam penanganan stunting di Kabupaten Garut.

“(Misalnya) oh desa ini ternyata pendidikannya kurang bagus nah nanti Disdik masuk kesitu, oh desa ini ternyata asupan air bersih kurang (dan) lingkungannya kotor nanti ada Perkim masuk kesitu. Nah itu sebagai data untuk teman-teman SKPD supaya ikut membantu stunting ini, jadi karena stunting ini kan sebenarnya gambaran dari permasalahan di daerah tidak hanya Dinkes dan (dinas) KB, tapi semuanya sebenarnya sama,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo

Sementara itu, Sub Koordinator (Subkor) Kesehatan Keluarga dan Gizi, Sri Prihatin, mengungkapkan kegiatan ini diikuti oleh 134 orang terdiri dari para bidan selaku penanggung jawab Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta para tenaga kesehatan selaku penanggung jawab gizi dari Puskesmas yang ada di Kabupaten Garut.

Dalam acara review data e-PPGBM ini, ada beberapa penyampaian materi salah satunya yaitu _expose_ data analisa _entry_ an e-PPGBM bulan Januari Tahun 2022.

“Dari kegiatan ini output yang kita harapkan ada persamaan persepsi dari tim teknis yang ada di lapangan ini, (seperti) bagaimana cara mencari data khususnya untuk data stunting yang ada di Kabupaten Garut, ini dalam (proses) pengukuran dan penimbangan balita sebagai sasarannya,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo
CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Cek Formasi dan Jadwalnya
CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Rencana Pendaftaran dan Syaratnya
Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari
Anggaran Desa Garut Rp154,85 Miliar, Bupati Ingatkan Risiko Salah Kelola
Diskannak Garut Luncurkan Pesona, Dorong Gemarikan dan Inovasi Produk Ikan
PESONA Perikanan Diluncurkan di Garut, Dorong Nilai Tambah Produk Perikanan dan Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan
Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:36 WIB

Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 08:26 WIB

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Rencana Pendaftaran dan Syaratnya

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari

Rabu, 4 November 2026 - 18:26 WIB

Anggaran Desa Garut Rp154,85 Miliar, Bupati Ingatkan Risiko Salah Kelola

Selasa, 3 November 2026 - 15:49 WIB

Diskannak Garut Luncurkan Pesona, Dorong Gemarikan dan Inovasi Produk Ikan

Berita Terbaru

Polsek Tarogong Kidul mengamankan dua terduga pelaku curanmor yang diduga terlibat dalam delapan TKP.

Uncategorized

GPS Bantu Polisi Ungkap Dugaan 8 TKP Curanmor di Garut

Minggu, 8 Nov 2026 - 04:28 WIB