WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut menerima kunjungan Tim Evaluasi Kinerja Desa Program Anugerah Gapura Sri Baduga Jawa Barat 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (5/12/2025), menjadi tahap klarifikasi lapangan untuk menilai kinerja Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, sebagai salah satu kandidat desa terbaik di Jabar.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut langsung rombongan tim evaluasi dan menegaskan bahwa penilaian tersebut perlu dimaknai tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi pemerintah desa.
“Saya berharap penilaian ini tidak hanya memotret kinerja, tetapi juga memberi arahan dan bimbingan agar desa lebih tepat dalam merancang program ke depan,” ujar Syakur Amin.
Menurutnya, evaluasi provinsi dapat mendorong perencanaan pembangunan desa yang lebih matang dan berbasis data, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tahap akhir evaluasi kinerja desa dan kelurahan se-Jawa Barat.
Total 5.957 desa dan kelurahan mengikuti proses tersebut.
“Indikatornya ada dua, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif mencakup seluruh data potensi serta sarana prasarana sesuai Permendagri 81/2015,” jelas Ade.
Sementara itu, aspek kualitatif menilai tiga hal utama:
1. Pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan, permukiman, sosial, serta ketertiban umum.
2. Kemampuan pemerintah desa dalam memberikan layanan, termasuk layanan lintas kewenangan.
3. Kecepatan respons desa terhadap aspirasi, pengaduan, dan kebutuhan masyarakat.
“Tahap klarifikasi lapangan ini menentukan lima desa terbaik yang akan kami rekomendasikan kepada pimpinan, dalam hal ini Gubernur, untuk memilih desa dengan performa terbaik di Jawa Barat,” tambahnya.
Ade menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi adalah perbaikan tata kelola desa.
Ia berharap pemerintah desa dapat melakukan evaluasi mandiri setiap tahun.
Kecamatan pun diminta rutin mengawasi pelaksanaan program desa.
“Data evaluasi ini akan kami gunakan sebagai dasar kebijakan agar desa dan kelurahan di Jabar benar-benar memberikan kinerja optimal bagi masyarakat,”katanya
“Bahkan kami berharap skema Gapura Sri Baduga dapat menjadi rujukan penilaian kinerja desa secara nasional,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni










