WARTAGARUT.COM – Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menetapkan tiga besar Duta Baca IPI Garut 2026 dalam ajang Pemilihan Duta Baca hasil kolaborasi Perpustakaan IPI Garut dan BEM KBM IPI, yang dilaksanakan di Gedung C Kampus IPI Garut, Jalan Terusan Pahlawan No.32, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Pada Selasa, (17/2/2026).
Dalam Pemilihan Duta Baca itu, Mutiara Salam dari Prodi Pendidikan Matematika keluar sebagai Juara 1 pada kegiatan yang digelar di Garut.
Posisi Juara 2 diraih Selma Zulvia A dari Prodi Pendidikan Kewarganegaraan, sementara Juara 3 diraih Indi Aulia dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Ketiganya dinilai unggul dalam gagasan literasi, kemampuan komunikasi, serta komitmen membangun budaya baca di lingkungan kampus.
Rektor IPI Garut, Prof. Dr. H. Nizar Alam Hamdani, M.M., M.T., M.Si., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemilihan Duta Baca bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi kampus dalam memperkuat ekosistem literasi.
“Kami mengucapkan selamat kepada tiga besar Duta Baca IPI Garut 2026. Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Kampus harus menjadi motor penggerak budaya membaca dan berpikir kritis,” ujar Prof Nizar.
Menurutnya, kolaborasi antara Perpustakaan IPI Garut dan BEM KBM IPI menunjukkan sinergi positif antara unsur akademik dan organisasi mahasiswa.
Sinergi ini dinilai penting untuk membangun gerakan literasi yang tidak hanya simbolik, tetapi berkelanjutan.
Rektor IPI Garut menambahkan, Duta Baca IPI Garut diharapkan mampu menjadi role model sekaligus inspirator bagi mahasiswa lain untuk aktif membaca, menulis, dan berdiskusi ilmiah.
“Duta Baca harus hadir sebagai agen perubahan. Mereka bukan hanya ikon, tetapi penggerak kegiatan literasi, diskusi buku, hingga kampanye membaca di lingkungan kampus maupun masyarakat,” tegasnya.
Ajang Pemilihan Duta Baca IPI Garut 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi digital dan referensi akademik.
Kampus mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara optimal sebagai ruang belajar, riset, dan pengembangan diri.
Terpilihnya tiga mahasiswa terbaik ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat membaca di tengah tantangan era digital.
Kampus menilai literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi kemampuan memahami informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Dengan terpilihnya Duta Baca 2026, IPI Garut menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki budaya literasi kuat sebagai bekal menghadapi dinamika global.***
Penulis : Soni Tarsoni

















