WARTAGARUT.COM – Kebakaran lahan di Kabupaten Garut melonjak tajam sepanjang 2026. Hingga 29 September 2026,
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut mencatat 325 kejadian kebakaran lahan, meningkat sekitar 1.447 persen dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencatat 21 kejadian.
Lonjakan tersebut menjadi faktor utama meningkatnya total kejadian kebakaran di Kabupaten Garut tahun ini.
Secara keseluruhan, Disdamkarmat mencatat 544 kejadian kebakaran hingga 29 September 2026, sedangkan sepanjang 2025 tercatat 225 kejadian.
Artinya, terdapat tambahan 319 kejadian atau peningkatan sekitar 141,78 persen.
Namun, angka tersebut perlu dibaca dengan konteks karena data 2026 baru dihimpun hingga 29 September, sementara data 2025 mencakup satu tahun penuh.
Dari 544 kejadian kebakaran pada 2026, sebanyak 325 merupakan kebakaran lahan dan 219 lainnya merupakan kebakaran nonlahan.
Kebakaran Lahan Jadi Perhatian
Peningkatan paling mencolok terlihat pada kategori kebakaran lahan. Pada 2025, jumlahnya hanya 21 kejadian.
Hingga 29 September 2026, jumlah tersebut telah mencapai 325 kejadian.
Dengan demikian, terjadi penambahan 304 kejadian atau sekitar 1.447 persen dibandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang tahun sebelumnya.
Kejadian kebakaran lahan paling banyak tercatat pada Agustus dengan 122 kejadian.
Setelah itu, September mencapai 106 kejadian dan Juli sebanyak 81 kejadian.
Data tersebut menunjukkan bahwa periode Juli hingga September menjadi masa dengan frekuensi kebakaran lahan paling tinggi pada 2026.
Area Terbakar Capai 123,08 Hektare
Peningkatan kejadian kebakaran juga berdampak pada luas area yang terbakar.
Hingga September 2026, total area terdampak kebakaran tercatat sekitar 123,08 hektare.
Luas area yang terbakar masih relatif rendah pada Januari hingga Juni.
Namun, angkanya meningkat menjadi 32,21 hektare pada Juli, kemudian 38,69 hektare pada Agustus dan mencapai 50,66 hektare pada September.
Peningkatan luas area tersebut terutama berkaitan dengan tingginya kejadian kebakaran lahan pada periode Juli hingga September.
Kebakaran Nonlahan Juga Melebihi 2025
Selain kebakaran lahan, jumlah kebakaran nonlahan pada 2026 juga telah melampaui total kejadian sepanjang 2025.
Disdamkarmat mencatat 219 kejadian kebakaran nonlahan hingga 29 September 2026.
Jumlah tersebut sudah lebih tinggi dibandingkan 204 kejadian sepanjang 2025.
Pada 2026, kejadian kebakaran nonlahan paling banyak terjadi pada Juli dengan 35 kejadian.
Berikutnya Agustus sebanyak 29 kejadian dan Februari 27 kejadian.
Dengan waktu hingga akhir tahun yang masih tersisa, jumlah kejadian kebakaran nonlahan pada 2026 masih berpotensi bertambah.
Kesiapsiagaan Menghadapi Lonjakan Kebakaran
Data Disdamkarmat Kabupaten Garut tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kejadian kebakaran selama 2026, terutama pada kategori kebakaran lahan.
Lonjakan dari 21 kejadian pada 2025 menjadi 325 kejadian hingga 29 September 2026 menjadi salah satu data paling mencolok dalam catatan penanganan kebakaran di Garut.
Disdamkarmat Kabupaten Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menghadapi potensi kebakaran lahan pada periode pertengahan hingga akhir tahun.
Edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran juga menjadi bagian penting untuk menekan risiko kejadian serupa.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar