WARTAGARUT.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut mendorong Al Mashduqi Islamic School Garut untuk menjadi barometer sekolah berbasis olahraga prestasi di Kabupaten Garut.
Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KONI Garut, Subhan Romansyah, SE., MM. seiring konsistensi Al Mashduqi Islamic School Garut dalam mengembangkan pembinaan olahraga pelajar yang terstruktur dan berorientasi prestasi.
Subhan menyampaikan hal itu dalam kegiatan karate skill demonstration yang digelar di Auditorium Drs. H. Dede Satibi Al-Mashduqi Islamic School Garut, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan tersebut melengkapi cabang olahraga lainnya yang telah lebih dulu dikembangkan, seperti pencak silat, panahan, berkuda, renang, bola basket, futsal dan taekwondo.
“Ini sudah kesekian kalinya Al Mashduqi membuka pelatihan cabang olahraga. Mulai dari pencak silat, panahan, berkuda, renang, bola basket, futsal, taekwondo, dan sekarang karate. Artinya, olahraga di sini bukan kegiatan insidental, tetapi memang menjadi bagian dari sistem pendidikan,” ujar Subhan.
Menurutnya, Al Mashduqi telah melampaui konsep olahraga sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pembinaan dilakukan melalui klub olahraga resmi, sehingga arah pembinaan sudah masuk pada jalur prestasi.
“Di Al Mashduqi ini olahraga bukan lagi sekadar ekskul. Sudah berbentuk klub. Ini yang membuat pembinaan lebih serius dan berkelanjutan, bahkan sudah terbukti menghasilkan prestasi,” jelasnya.
Subhan menyoroti capaian Al Mashduqi yang telah berhasil meraih juara diberbagai cabang olah raga tingkat Jawa Barat, sebagai bukti bahwa pembinaan olahraga di sekolah tersebut berjalan efektif.
“Prestasi ini sangat membantu KONI dalam membangun olahraga prestasi Kabupaten Garut. Basis atlet itu memang banyak lahir dari sekolah,” katanya.
Ia menilai, pendekatan Al Mashduqi mampu membentuk karakter siswa secara menyeluruh, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan kuat secara mental.
“Dari olahraga itu ada kesehatan, kebugaran, kepercayaan diri, dan kerja sama tim. Pada akhirnya lahir siswa yang paripurna, cerdas ilmunya, sehat badannya, dan percaya diri jiwanya,” ungkap Subhan.
Lebih lanjut, Ketua KONI Garut menegaskan bahwa Al Mashduqi layak dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain di Garut dalam mengembangkan olahraga prestasi pelajar.
“Ini bisa menjadi barometer. Karena faktanya, banyak cabang olahraga berprestasi di Garut basisnya sekolah. Hoki, voli, silat, basket—semuanya tumbuh dari lingkungan pendidikan,” ujarnya.
KONI Garut, kata Subhan, sangat mendukung sekolah yang menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Subhan juga menegaskan bahwa olahraga tidak hanya membangun atlet, tetapi turut berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, sekolah dan daerah.
“Olahraga bukan hanya kita membangun olahraga. Olahraga bisa membangun sumner daya manusia, sekolah, membangun daerah, bahkan menjadi alat promosi pendidikan dan potensi daerah,” katanya.
Ia berharap sinergi antara sekolah, KONI, dan pemerintah daerah terus diperkuat, termasuk dalam mendorong beasiswa atlet pelajar dan penyelenggaraan kompetisi berjenjang.
“Kami di KONI tentu sangat mengapresiasi dan mendukung Al Mashduqi. Ini bentuk komitmen bersama membangun olahraga prestasi sejak usia pelajar,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar