WARTAGARUT.COM – Universitas Garut (UNIGA) resmi menerima 1.071 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Dengan tambahan tersebut, jumlah mahasiswa UNIGA kini mencapai 6.931 orang.
Jumlah mahasiswa baru itu disampaikan Rektor Universitas Garut, Dr. Irfan Nabhani, S.E., M.T., dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Garut dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus 1 UNIGA, Lapang Hockey UNIGA, Jalan Prof. K.H. Cecep Syarifudin No. 52A, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (23/9/2026).
Dari total 1.071 mahasiswa baru tersebut, sebanyak 28 orang berasal dari program pascasarjana, 84 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 346 orang dari Fakultas Ekonomi, 130 orang dari Fakultas MIPA, 44 orang dari Fakultas Teknik, 73 orang dari Fakultas Pertanian, 209 orang dari FPIK, 112 orang dari FKOMINFO, dan 45 orang dari Fakultas Kewirausahaan.
“Universitas Garut secara resmi menerima 1.071 mahasiswa,” ujar Rektor UNIGA Dr. Irfan Nabhani.
Menurut Dr. Irfan Nabhani, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penerimaan mahasiswa baru UNIGA belum sepenuhnya selesai dan masih terdapat jalur penerimaan yang berjalan.
Dengan jumlah mahasiswa baru tersebut, total mahasiswa UNIGA saat ini mencapai 6.931 orang.
Isi Artikel
UNIGA Dorong Peningkatan Program Studi Unggul
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga memaparkan perkembangan kelembagaan Universitas Garut yang berdiri sejak 1998.
Ia menyebut UNIGA saat ini memiliki satu program pascasarjana dan delapan fakultas dengan total 28 program studi, termasuk tiga program magister dan satu program doktor.
Dr. Irfan Nabhani mengatakan pengembangan kelembagaan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UNIGA, termasuk dalam mendukung kebutuhan pembangunan di Kabupaten Garut.
Secara kelembagaan, menurut Irfan, UNIGA telah memperoleh akreditasi institusi dengan peringkat B dari BAN-PT.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat empat program studi yang telah memiliki predikat unggul, yakni Magister Administrasi Publik, S1 Teknik Elektro, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan S1 Kewirausahaan.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini juga akan ada beberapa program studi lain yang akan menyusul untuk unggul,” kata Irfan.
Ia menargetkan jumlah program studi berpredikat unggul di UNIGA terus bertambah. Menurutnya, kampus menargetkan setidaknya delapan program studi unggul pada tahun berikutnya, dengan harapan dapat mencapai 10 program studi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah UNIGA untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa.
PKKMB UNIGA Tanpa Perpeloncoan
Dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini, Rektor UNIGA menegaskan bahwa kegiatan pengenalan kehidupan kampus tidak menggunakan sistem perpeloncoan.
“Tolong dicatat ya tidak ada perpeloncoan. Tidak ada yang bertentangan dengan norma dan etika kampus,” tegasnya.
PKKMB akan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dilaksanakan di tingkat universitas, sedangkan kegiatan hari kedua dan ketiga lebih banyak dilakukan di masing-masing fakultas.
Materi yang diberikan akan berkaitan dengan kehidupan kampus sekaligus disesuaikan dengan karakteristik fakultas dan program studi yang akan dijalani mahasiswa.
Mahasiswa baru juga akan diperkenalkan dengan berbagai organisasi dan unit kegiatan mahasiswa, mulai dari BEM, HIMA, hingga sejumlah UKM di bidang olahraga, kepemudaan, seni, dan budaya.
Beberapa kegiatan yang disebut antara lain Menwa, Pramuka, KSR, serta UKM olahraga seperti tinju, BKC, wushu, taekwondo, futsal, voli, basket, dan sepak bola.
Rektor Uniga mengajak mahasiswa memanfaatkan berbagai kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengalaman selama berada di kampus, tanpa mengabaikan kewajiban utama dalam belajar.
UNIGA Siapkan Kuliah Berbasis Digital
Selain pengembangan kelembagaan, UNIGA juga mulai mendorong transformasi digital dalam sistem pembelajaran.
Dr. Irfan Nabhani menjelaskan, sistem akademik UNIGA menggunakan SIAKAD Cloud. Melalui sistem tersebut, mahasiswa nantinya dapat mengakses berbagai kebutuhan akademik melalui aplikasi di telepon seluler.
Mulai dari pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), jadwal kuliah, hingga rekaman perkuliahan akan diarahkan ke dalam sistem digital.
UNIGA juga berencana mengembangkan konsep smart classroom sehingga proses perkuliahan dapat didukung teknologi digital dan memiliki rekaman pembelajaran.
“Kami membuat semacam konsep nanti bahwa belajar itu bisa di mana saja dan kapan saja dengan materi yang memang sama,” ujar Dr. Irfan Nabhani.
Konsep tersebut juga diarahkan agar mahasiswa dapat mengulang materi perkuliahan melalui rekaman apabila pada saat mengikuti kelas mengalami kendala.
Namun, model pembelajaran digital tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah. Kegiatan praktikum, misalnya, tetap membutuhkan proses pembelajaran langsung karena berkaitan dengan praktik atau hands-on.
Microcredential untuk Perluas Pilihan Belajar Mahasiswa
UNIGA juga berencana memperkenalkan konsep microcredential sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa di luar bidang utama program studinya.
Melalui konsep tersebut, mahasiswa dapat mengambil materi tertentu dari bidang lain yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kompetensinya.
Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Kewirausahaan dapat mempelajari bidang peternakan melalui modul dari Fakultas Pertanian. Mahasiswa Fakultas Pertanian yang ingin memperdalam aspek keuangan dalam agribisnis dapat memperoleh materi terkait analisis laporan keuangan dari bidang lain.
Menurut Dr. Irfan Nabhani, konsep tersebut diarahkan untuk membangun personal learning pathway, sehingga mahasiswa mempunyai ruang untuk memilih kompetensi tambahan sesuai minat dan rencana masa depannya.
“Tujuan kami sederhana adalah membekali Anda semua dengan kompetensi yang memang dibutuhkan dan menyesuaikan dengan cita-cita Anda semua,” katanya.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya UNIGA agar mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi sesuai kurikulum program studi, tetapi juga mempunyai kesempatan mengembangkan kemampuan tambahan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Irfan Nabhani juga mengajak mereka menjadikan UNIGA sebagai bagian dari perjalanan hidup dan pengembangan diri.
“Anda sudah menjadi bagian dari keluarga besar UNIGA. Dan hubungan Anda dengan kampus tidak akan pernah putus karena Anda adalah UNIGA dan UNIGA adalah Anda.”pungkasnya.
Ia berharap mahasiswa baru dapat saling membantu, berkembang bersama, serta membawa nama baik Universitas Garut melalui berbagai prestasi selama menjalani pendidikan.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar