WARTAGARUT.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut memperkuat program pembentukan karakter siswa selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 dengan peningkatan tadarus, salat dhuha berjamaah, penggalangan dana, hingga agenda tebar takjil dan pembagian sembako bagi warga sekitar.
Kepala MAN 1 Garut, Drs. H. Sarip Asbuloh, M.Pmat., menjelaskan kegiatan Ramadan tahun ini mengacu pada regulasi petunjuk teknis dari KSKK Kementerian Agama.
Meski kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan normal, substansi pembelajaran diarahkan lebih dominan pada penguatan karakter.
“Kami tetap mengacu pada regulasi dari KSKK. Pembelajaran berjalan seperti biasa, tetapi kami menekankan pembentukan karakter melalui pembiasaan yang lebih intens, seperti tadarus Al-Quran, salat dhuha berjamaah yang disertai kultum,” ujar Sarip saat diwawancarai di MAN 1 Garut dJalan Jenderal Ahmad Yani, Koropeak, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, tadarus dan salat dhuha bukan program musiman. Di luar Ramadan, kegiatan tersebut sudah berjalan rutin. Namun selama bulan suci, frekuensi, kuantitas, dan kualitasnya ditingkatkan.
“Di Ramadan ini kuantitas dan kualitasnya kami tambah. Jadi bukan hal baru, siswa sudah terbiasa,” katanya.
Selain penguatan spiritual, kata Ia, MAN 1 Garut juga membangun empati sosial siswa melalui penggalangan dana. Dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat sekitar dan warga madrasah yang membutuhkan.
Program tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-47 MAN 1 Garut. Pada 13 Maret 2026 mendatang, madrasah akan menggelar pembagian sembako yang dipusatkan di lingkungan sekolah dengan mengundang masyarakat sekitar dan warga madrasah yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Sementara untuk agenda tebar takjil, menurut Ia, OSIS dan sejumlah ekstrakurikuler menggagas kegiatan secara mandiri melalui penggalangan dana internal.
Takjil akan dibagikan di jalan-jalan dan titik strategis yang ramai aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa.
“Kalau sembako kita distribusikan di internal madrasah, sedangkan tebar takjil akan kita salurkan di jalan-jalan strategis. Kami ingin madrasah hadir dan dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.
Terkait program pesantren ekologi yang menjadi arahan dari Kanwil Kemenag, pihak madrasah telah merancang pelaksanaan pada satu pekan terakhir Ramadan.
Kegiatan tersebut akan berfokus pada pendampingan dan pembinaan substansial untuk memperkuat karakter siswa.
H. Sarip berharap Ramadan menjadi momentum peningkatan amaliah dan ketakwaan siswa, sehingga lahir generasi berilmu yang berlandaskan iman dan takwa.
“Harapan kami, Ramadan ini membentuk kader-kader insan kamil, yang paripurna dalam ilmu pengetahuan dan kuat dalam iman serta takwa,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















