WARTAGARUT.COM – Tiga perawat meraih predikat sebagai peserta terbaik dalam Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang diselenggarakan DPD PPNI Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan AGD 118.
Ketiganya memperoleh poin tertinggi setelah mengikuti rangkaian evaluasi teori dan praktik dalam pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan trauma maupun kardiovaskular.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) DPD PPNI Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua Pelaksana BTCLS, H. Zahara Farhan, S.Kep., Ners., M.Kep., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kompetensi perawat dalam menangani kondisi kegawatdaruratan.
“Pelatihan BTCLS menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi perawat, terutama dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan trauma maupun kardiovaskular.”tuturnya.
H. Zahara Farhan menegaskan bahwa capaian peserta tidak hanya dilihat dari kehadiran dalam pelatihan, tetapi juga melalui hasil evaluasi yang mencakup aspek teori dan praktik.
Dari seluruh peserta, Ricki Fauzi, S.Kep., Ners., meraih posisi pertama dengan perolehan 1.300 poin.
Ricki tercatat sebagai tenaga kesehatan dari RSUD Ciamis.
Posisi kedua ditempati Reza Mauli, S.Kep., Ners., dengan 1.255 poin. Reza berasal dari RSU Dadi Keluarga Ciamis.
Sementara itu, Ratna Suminar, S.Kep., Ners., berada di posisi ketiga dengan capaian 1.250 poin.
Ratna juga merupakan tenaga kesehatan dari RSUD Ciamis.
Tiga Peserta dengan Poin Tertinggi
| Peringkat | Nama | Poin | Instansi |
|---|---|---|---|
| 1 | Ricki Fauzi, S.Kep., Ners. | 1.300 | RSUD Ciamis |
| 2 | Reza Mauli, S.Kep., Ners. | 1.255 | RSU Dadi Keluarga Ciamis |
| 3 | Ratna Suminar, S.Kep., Ners. | 1.250 | RSUD Ciamis |
Menurut H. Zahara Farhan, hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu gambaran capaian peserta setelah mengikuti proses pembelajaran dan praktik selama pelatihan.
“Tiga peserta dengan nilai tertinggi ini merupakan hasil dari rangkaian evaluasi teori dan praktik selama pelatihan.”ujarnya.
BTCLS sendiri berkaitan dengan kemampuan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Karena itu, penguasaan pengetahuan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam proses pelatihan.
Bagi perawat, kemampuan tersebut tidak berhenti pada ruang pelatihan.
Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika menghadapi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan di tempat kerja masing-masing.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) juga menekankan pentingnya penerapan kompetensi yang telah diperoleh peserta dalam pelayanan kesehatan.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara maksimal dalam pelayanan kepada pasien.”harapnya.
Capaian tiga peserta terbaik sekaligus menjadi bagian dari hasil pelaksanaan Pelatihan BTCLS DPD PPNI Kabupaten Ciamis bersama AGD 118.
Ricki Fauzi menjadi peserta dengan poin tertinggi yakni 1.300, disusul Reza Mauli 1.255 poin dan Ratna Suminar 1.250 poin.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta maupun tenaga kesehatan lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat, tepat dan profesional.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar