Polres Garut Bentuk Tim Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Insiden Disposal Amunisi di Cibalong

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Garut Bentuk Tim Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Insiden Disposal Amunisi di Cibalong

Polres Garut Bentuk Tim Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Insiden Disposal Amunisi di Cibalong

WARTAGARUT.COM – Pasca insiden pemusnahan amunisi oleh TNI yang terjadi di Kampung Cimerak, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Kamis (15/05/2025), Polres Garut menunjukkan kepeduliannya dengan membentuk Tim Trauma Healing yang difokuskan untuk membantu anak-anak di wilayah terdampak.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin oleh Kabag SDM Polres Garut, AKP Wien Christyaningsih, S.H., bersama personel gabungan dari Polres dan Polsek Cibalong.

Kehadiran mereka turut didukung oleh Camat Cibalong, Kapolsek Cibalong, serta Ketua PKK Kecamatan, mencerminkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil.

Baca Juga :  Penyebab Banjir Bandang Nepal Mulai Terungkap, Gletser Runtuh Jadi Sorotan

“Dampak psikologis dari peristiwa ini sangat besar, khususnya bagi anak-anak. Karena itu, kami membentuk tim trauma healing yang terdiri dari psikolog, tenaga medis, dan anggota kepolisian untuk memberikan dukungan pemulihan,” ujar AKP Wien dalam sesi kegiatan.

Tim memberikan pendampingan psikologis melalui pendekatan yang menyenangkan. Anak-anak diajak bermain games, mengikuti sesi ice breaking, dan diberikan motivasi untuk membangkitkan semangat dan menghilangkan ketakutan yang tersisa. Mereka juga mendapatkan bingkisan berupa mainan untuk menumbuhkan kembali kebahagiaan.

Baca Juga :  Generasi Muda Garut Diingatkan Waspadai Propaganda Ekstrem di Media Sosial

Polres Garut menegaskan bahwa pendekatan humanis seperti ini adalah bagian dari komitmen mereka dalam melindungi dan melayani masyarakat secara menyeluruh, termasuk dalam aspek psikologis.

“Kami ingin anak-anak bisa kembali beraktivitas seperti biasa, tanpa dihantui trauma. Ini bagian dari tanggung jawab sosial dan moral kami sebagai aparat negara,” tambah Wien.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari serangkaian program pendampingan yang akan terus dilanjutkan demi memastikan masyarakat—terutama anak-anak—dapat bangkit kembali dengan mental yang kuat dan positif.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?
Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut
Unik! Hari Kemerdekaan Indonesia di Bale Khitan Paseban, 17 Anak Upacara Sebelum Khitan
24 Peserta Lolos Seleksi BAZNAS Garut, 5 Kursi Pimpinan Jadi Rebutan
Biaya Paspor di Imigrasi Garut Mulai Rp650 Ribu, Ini Jadwalnya
Lomba Mewarnai Fruitcity Garut Dibuka, Anak Dapat Main Gratis 1 Jam
Cerita Kang Iman, Enginer Profesional Yang Pilih Jalan Bangun Generasi Qur’ani di Wanaraja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Unik! Hari Kemerdekaan Indonesia di Bale Khitan Paseban, 17 Anak Upacara Sebelum Khitan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:36 WIB

24 Peserta Lolos Seleksi BAZNAS Garut, 5 Kursi Pimpinan Jadi Rebutan

Berita Terbaru