WARTAGARUT.COM – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran, Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG) yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut menggelar acara Tabligh Akbar dan Buka bersama serta santun bagi Yatim dan dhuafa.
Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., menekankan bahwa segala bentuk ibadah memiliki tujuan utama untuk mencapai kebahagiaan sejati.
“Ibadah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan bagi setiap manusia. Puasa, misalnya, diwajibkan bagi yang beriman sekaligus sebagai cara memenuhi kebutuhan alami tubuh. Jika dijalankan dengan amanah, puasa dapat meningkatkan kualitas diri seseorang,” ujarnya dalam acara tersebut di Basement Kampus 2 Stikes Karsa Husada Garut, pada Selasa, 25 Maret 2025.
Puasa Sebagai Sarana Peningkatan Kualitas Diri
Dr. Hadiat menjelaskan bahwa seseorang yang menjalankan ibadah puasa dengan baik akan mengalami peningkatan kualitas ibadah, yang dicirikan dengan ketenangan dan kebahagiaan dalam dirinya.
Ia juga mengutip beberapa ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya ciri dan perilaku orang beriman, seperti salat khusyuk, menjaga lisan, menunaikan zakat, serta sikap amanah dan istiqomah dalam menjalankan ibadah.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa sifat orang bertakwa yang disebutkan dalam QS. Ali Imran 133-135 mencakup kebiasaan memohon ampun, bersedekah, menahan amarah, bersikap pemaaf, serta senantiasa berbuat kebajikan.
“Orang yang bertakwa akan diberikan solusi dalam kehidupannya, dimudahkan segala urusannya, serta memiliki kemampuan membedakan antara yang hak dan bathil,” tambahnya.
Makna Tadabbur Al-Qur’an dan Khotmil Al-Qur’an
Selain itu, kata Dr. H Hadiat, kegiatan Khotmil Al-Qur’an merupakan tradisi membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir sebagai bentuk rasa syukur dan upaya meningkatkan keimanan.
Sedangkan Tadabbur Al-Qur’an mengajak umat Islam untuk merenungkan dan memahami makna Al-Qur’an secara lebih mendalam.
Ia mengajak semua untuk menggali hikmah dari ayat-ayat suci Al-Qur’an, termasuk QS. Ad-Dhuha yang menegaskan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan kepada hamba-Nya.
Selai itu, Dr. H Hadiat mengajak untuk peduli terhadap anak yatim sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah 220.
Menjaga Kebersihan dan Pola Hidup Sehat
Selain aspek spiritual, Dr. H. Hadiat bahwa menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
“Kebersihan merupakan bagian dari iman,” ungkap Dr. Hadiat, mengutip QS. Al-Baqarah 222 dan QS. At-Taubah 108 yang menegaskan bahwa Allah SWT mencintai orang-orang yang menyucikan diri.
Peserta diajak untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dan rapih dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan prinsip kesehatan yang diajarkan dalam dunia medis, di mana lingkungan yang bersih berkontribusi besar terhadap kesejahteraan fisik dan mental.
Pencegahan Stunting dan Gizi Seimbang dalam Islam
Dalam kesempatan ini, Dr. Hadiat juga menyinggung pentingnya pencegahan stunting berdasarkan ajaran Islam. Beberapa ayat dalam Al-Qur’an, seperti QS. An-Nisa 9 dan QS. Ar-Ra’d 11, menekankan tanggung jawab orang tua dalam memberikan gizi terbaik bagi anak-anaknya.
“ASI eksklusif selama dua tahun dianjurkan dalam QS. Al-Baqarah 233, sebagai salah satu upaya utama dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan optimal bayi,”tuturnya.
tak hanya itu, kata Ia, Pentingnya makanan bergizi juga ditekankan dalam QS. Al-Maidah 88 dan QS. Al-A’raf 31, yang mengajarkan agar umat Islam mengonsumsi makanan halal dan thayyib serta menghindari sikap berlebih-lebihan dalam makan dan minum.
Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
Tabligh Akbar di STIKes Karsa Husada Garut ini menjadi momentum penting dalam memperkuat keimanan dan ketaqwaan.
Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa puasa dan ibadah lainnya bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan yang membawa kebahagiaan sejati.
Selain itu, pentingnya menjaga kebersihan, pola hidup sehat, serta pemenuhan gizi sesuai ajaran Islam menjadi bagian dari upaya mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
“Jika kita menjalankan ibadah dengan amanah dan istiqomah, InsyaAllah akan ada peningkatan dalam kualitas diri kita, yang tercermin dalam kebahagiaan dan keberkahan hidup.”pungkas Dr. H. Hadiat.***
Penulis : Soni Tarsoni










