WARTAGARUT.COM – Al Mashduqi Islamic School (AIS) Garut kembali menggelar Ramadhan Happiness with Al-Mashduqi (RAHIMA) 2026, di Atrium Mall Ciplaz Garut, pada Sabtu, 28 Februari 2026, menghadirkan show performance santri dari berbagai jenjang sebagai bagian dari program rutin Gema Ramadan AIS Garut.
RAHIMA tahun ini mengusung tema “Growing in Faith, Giving to the World: Bertumbuh dalam Iman, Berbagi untuk Dunia.”
Tema tersebut menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan spiritual pribadi, tetapi juga ajakan untuk menghadirkan nilai iman dalam ruang sosial dan kemanusiaan.
Konsep kegiatan memadukan show performance, refleksi diri, dan buka puasa bersama.
Santri dari jenjang TK, SD, Exis, hingga IIBS tampil membawakan beragam pertunjukan, mulai dari sholawat, ngaji surat Maryam, harmoni angklung dan piano, speaking performance, choir, choral speaking, hingga akustik religi.
Panitia mencatat ratusan santri terlibat dalam rombongan yang diberangkatkan dari boarding menuju Islamic Center untuk shalat berjamaah sebelum mobilisasi ke Ciplaz.
Setiap kelas didampingi asatidz dan asatidzah untuk memastikan kedisiplinan, adab, serta kelengkapan peserta sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan persiapan dan keberangkatan, dilanjutkan shalat berjamaah, kemudian rangkaian performance sejak pukul 15.40 WIB hingga menjelang berbuka.
Setelah penutupan, seluruh peserta diarahkan mengikuti sesi iftar bersama dan shalat magrib secara bergantian.
RAHIMA 2026 tidak hanya menjadi ajang tampil, tetapi juga media pembelajaran karakter.
Santri dilatih menjaga etika di ruang publik, bertanggung jawab terhadap barang pribadi, membatasi penggunaan uang tunai, serta tetap berada dalam koordinasi pendamping.
Panitia pelaksana dipimpin Ketua Pelaksana Ms. Endang dengan dukungan tim Marcomm IIBS yang bertugas mendokumentasikan kegiatan dan memproduksi konten publikasi.
Koordinator lapangan, logistik, konsumsi, hingga pendamping MC disiapkan secara terstruktur untuk memastikan acara berjalan sesuai rundown.
Selain santri dan tenaga pendidik, masyarakat umum dan orang tua diperkenankan hadir menyaksikan penampilan anak-anak mereka.
Namun, sekolah menetapkan aturan ketat, termasuk larangan pemberian uang tunai langsung kepada santri di lokasi demi menjaga ketertiban.
Melalui RAHIMA, AIS Garut ingin menanamkan empat relasi utama dalam kehidupan santri: Hablumminallah (hubungan dengan Allah), Hablumminannas (hubungan dengan sesama), Hablumminal ‘Alam (kepedulian lingkungan), dan Hablumminnafsi (penguatan karakter diri).
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang latihan nilai-nilai tersebut secara nyata, sehingga iman yang tumbuh selama Ramadan dapat mengalir menjadi kebaikan yang dirasakan masyarakat luas.
Dengan konsep terbuka di ruang publik mall, RAHIMA 2026 juga menjadi bentuk syiar Islam yang ramah, inklusif, dan membumi, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, santri, orang tua, dan masyarakat Garut.***
Penulis : Soni Tarsoni

















