WARTAGARUT.COM – Santri Kelas 12 Madrasah Aliyah Unggulan Al Mashduqi Garut (Al Mashduqi IIBS Garut), Fadhil Muhammad Haekal, berhasil meraih Juara 3 kategori Boys 16 and Over nomor 50 meter Butterfly pada Madwave Swimming Championship 2025 yang digelar 20–21 Desember 2025 di Kolam Renang SOR RAA Adiwijaya, SOR Talaga Bodas, Kabupaten Garut.
Kejuaraan renang tingkat Jawa Barat ini diikuti klub dari 27 kota dan kabupaten, menghadirkan persaingan ketat antar-atlet muda.
Fadhil mencatatkan waktu 38,12 detik, menempatkannya di podium tiga sekaligus membawa nama Garut di level provinsi.
Manager Al Mashduqi Invincible SwimSquad, Ms. Wulan Sari, S.Pd., menyampaikan bahwa capaian tersebut lahir dari proses latihan yang terukur dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, Fadhil menunjukkan konsistensi performa. Hasil ini bukan kebetulan, tetapi buah dari latihan disiplin dan kesiapan mental menghadapi kompetisi besar,” ujar Ms. Wulan Sari.
Ia menambahkan, keikutsertaan santri dalam kejuaraan tingkat provinsi menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet usia pelajar.
“Kami fokus pada pembinaan jangka panjang, agar atlet santri tidak hanya siap bertanding, tetapi juga berkembang secara karakter,” katanya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Al Mashduqi Garut, Muhamad Ikmal Al Hudawi, Lc., M.Pd., menyoroti pentingnya pengelolaan waktu dan kebijakan madrasah dalam mendukung santri yang aktif di olahraga prestasi.
“Madrasah menyiapkan sistem agar santri berprestasi di olahraga sesuai dengan passion-nya, tetapi tetap dapat menjalankan kewajiban akademik dan pembinaan keislaman secara seimbang,” tutur Ikmal.
Menurutnya, prestasi di bidang olahraga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang selaras dengan nilai disiplin dan tanggung jawab.
“Kami melihat olahraga prestasi sebagai media pembentukan mental, kedisiplinan, dan kepemimpinan santri. Ini sejalan dengan misi pendidikan madrasah unggulan al mashduqi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak madrasah akan terus membuka ruang bagi santri untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya.
“Prestasi ini menjadi pengingat bahwa madrasah harus adaptif terhadap potensi santri dan mendukungnya dengan kebijakan yang tepat,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni









