WARTAGARUT.COM – Sebanyak 41 apoteker baru lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran mereka menjadi tambahan penting bagi sektor kesehatan di Garut yang masih kekurangan tenaga medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan Pemerintah Kabupaten Garut sangat membutuhkan tambahan sumber daya manusia kesehatan untuk melayani sekitar 2,8 juta penduduk.
“Kami sangat berbahagia, terutama di lingkungan Dinas Kesehatan, karena mendapatkan tambahan pasukan tenaga kesehatan. Hal ini memang sangat kami butuhkan karena saat ini kita masih kekurangan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ujar Leli.
Menurutnya, peran apoteker sangat strategis karena berkaitan langsung dengan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
“Di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien itu berada,” katanya.
Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, mengapresiasi capaian 41 lulusan Apoteker Angkatan XIII yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan tingkat kelulusan 100 persen.
“Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen. Ini adalah bukti kekompakan Anda semua dalam menjaga stamina dan semangat kebersamaan selama menempuh pendidikan,” ungkap Irfan.
Ia menegaskan bahwa sumpah profesi apoteker bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting memasuki profesi yang menuntut ilmu, integritas, ketelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi tonggak perjalanan memasuki profesi yang mulia,” tegasnya.
Suasana haru mewarnai prosesi saat perwakilan apoteker baru, Sution, menyampaikan terima kasih kepada dosen, pembimbing PKPA, dan seluruh civitas akademika FMIPA Uniga.
“Jas ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang telah menuntun kami hingga sampai pada titik ini,” tutur Sution.
Dengan bertambahnya 41 apoteker baru, fasilitas kesehatan di Garut diharapkan memiliki tenaga profesional tambahan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Semoga saudara sekalian terus menjunjung tinggi etika profesi, meningkatkan kompetensi, dan menjaga nama baik almamater,” pungkas Irfan Nabhani.***
Penulis : Soni Tarsoni

















