WARTAGARUT.COM – Arsenal harus menelan kekecewaan besar setelah gagal meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub usai kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti di final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu, (30/5/2026).
Meski demikian, musim 2025/2026 tetap menjadi salah satu musim terbaik The Gunners dalam beberapa tahun terakhir.
Tim asuhan Mikel Arteta tampil kompetitif di berbagai ajang dan bahkan berhasil mengakhiri musim sebagai juara Liga Inggris dengan raihan 85 poin.
Prestasi tersebut menegaskan bahwa Arsenal kini kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Kekalahan di final Liga Champions memang menyisakan luka mendalam, tetapi perjalanan Arsenal menuju partai puncak menunjukkan perkembangan signifikan yang berhasil dicapai klub asal London tersebut.
Arsenal Tinggal Selangkah dari Sejarah
Final Liga Champions melawan PSG menjadi kesempatan emas bagi Arsenal untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi paling bergengsi di Eropa.
The Gunners memulai pertandingan dengan sempurna. Baru lima menit laga berjalan, Kai Havertz berhasil mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang PSG.
Gol cepat tersebut membuat Arsenal berada dalam posisi ideal untuk mengendalikan pertandingan.
Namun PSG perlahan bangkit dan meningkatkan tekanan sepanjang laga.
Keunggulan Arsenal akhirnya sirna pada menit ke-64 ketika Ousmane Dembele mencetak gol dari titik penalti setelah Khvicha Kvaratskhelia dilanggar Cristhian Mosquera di area terlarang.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Arsenal gagal memaksimalkan peluang setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal mencetak gol.
PSG akhirnya menang 4-3 dan mempertahankan gelar Liga Champions.
Mikel Arteta Bangun Arsenal Menjadi Penantang Serius
Meski gagal mengangkat trofi Liga Champions, banyak pihak menilai Arsenal telah menunjukkan kemajuan besar di bawah kepemimpinan Mikel Arteta.
Pelatih asal Spanyol tersebut berhasil membangun tim yang mampu bersaing di level tertinggi Eropa sekaligus tampil konsisten di kompetisi domestik.
Keberhasilan menjadi juara Liga Inggris dengan 85 poin menjadi bukti nyata transformasi yang dilakukan Arteta dalam beberapa musim terakhir.
Arsenal kini memiliki skuad yang lebih matang dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat.
Deretan Bintang Arsenal yang Jadi Tulang Punggung Tim
Musim ini Arsenal diperkuat banyak pemain berkualitas di berbagai lini.
Di sektor serangan, Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Kai Havertz, Gabriel Martinelli, Eberechi Eze, dan Noni Madueke menjadi sumber ancaman utama bagi lawan.
Sementara lini tengah diperkuat kapten tim Martin Odegaard, Declan Rice, Martin Zubimendi, Christian Norgaard, Mikel Merino, hingga wonderkid Max Dowman.
Pada lini pertahanan, Arsenal memiliki sejumlah pemain top seperti William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie, Riccardo Calafiori, Jurrien Timber, Ben White, dan Cristhian Mosquera.
Di bawah mistar gawang, David Raya tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Arsenal menembus final Liga Champions.
Arsenal Kembali Jadi Ancaman di Eropa
Perjalanan Arsenal menuju final menunjukkan bahwa mereka kini tidak lagi sekadar tim pelengkap di kompetisi elite Eropa.
The Gunners mampu menghadapi berbagai lawan kuat dan tampil konsisten hingga mencapai partai puncak.
Meski gagal meraih trofi, pengalaman bermain di final Liga Champions diyakini akan menjadi modal berharga bagi skuad muda Arsenal untuk berkembang lebih jauh pada musim-musim berikutnya.
Dengan mayoritas pemain inti masih berada dalam usia produktif, peluang Arsenal untuk kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Champions tetap terbuka lebar.
Dukungan Suporter Tetap Mengalir
Kekalahan dari PSG memang menyakitkan bagi para pendukung Arsenal.
Namun respons suporter setelah pertandingan menunjukkan kedewasaan dan kepercayaan terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun klub.
Banyak pendukung tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang hingga detik terakhir.
Dukungan juga mengalir kepada Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze yang gagal dalam adu penalti.
Kini Arsenal akan mengalihkan fokus ke musim berikutnya dengan target mempertahankan gelar Liga Inggris sekaligus kembali mengejar mimpi besar menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.
Meski trofi Eropa belum berhasil diraih, musim 2025/2026 tetap menjadi bukti bahwa Arsenal telah kembali ke jajaran elite sepak bola dunia.***
Penulis : Soni Tarsoni

















