Google Rilis Fitur Anti Penipuan AI, Bisa Deteksi Panggilan yang Meniru Suara Keluarga

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Google memperkenalkan fitur Fake Call Detection untuk membantu pengguna Android mendeteksi panggilan palsu yang memanfaatkan teknologi AI peniru suara keluarga atau kerabat.

Google memperkenalkan fitur Fake Call Detection untuk membantu pengguna Android mendeteksi panggilan palsu yang memanfaatkan teknologi AI peniru suara keluarga atau kerabat.

WARTAGARUT.COM – Google menghadirkan fitur keamanan baru bernama Fake Call Detection untuk melindungi pengguna Android dari maraknya penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu meniru suara keluarga, teman, atau kerabat dekat melalui teknologi voice cloning.

Fitur ini muncul di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital yang memanfaatkan teknologi AI untuk membuat suara palsu terdengar sangat mirip dengan orang asli.

Modus tersebut kerap digunakan pelaku untuk meminta transfer uang, data pribadi, atau kode verifikasi kepada korban melalui panggilan telepon.

Seiring perkembangan teknologi AI, penipuan berbasis rekayasa suara menjadi salah satu ancaman siber yang paling mengkhawatirkan.

Banyak korban tertipu karena meyakini suara yang mereka dengar berasal dari anggota keluarga atau orang yang dikenal.

Google Luncurkan Fake Call Detection

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Google memperkenalkan Fake Call Detection sebagai lapisan keamanan tambahan pada perangkat Android.

Berbeda dengan fitur pemblokir spam atau pendeteksi panggilan penipuan yang sudah tersedia sebelumnya, teknologi terbaru ini dirancang khusus untuk mendeteksi upaya penyamaran identitas ketika seseorang mengaku sebagai kontak yang tersimpan di ponsel pengguna.

Saat panggilan masuk diterima, sistem akan menjalankan proses verifikasi secara otomatis di latar belakang melalui mekanisme yang disebut digital handshake.

Teknologi ini memanfaatkan Rich Communication Services (RCS) guna memastikan bahwa identitas penelepon benar-benar sesuai dengan perangkat dan kontak yang terdaftar.

Jika proses verifikasi gagal atau ditemukan indikasi penyamaran identitas, sistem akan memberikan peringatan kepada pengguna bahwa panggilan tersebut berpotensi palsu.

Privasi Tetap Dijaga

Google menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan dilakukan langsung di perangkat pengguna.

Dengan pendekatan tersebut, rekaman audio percakapan tidak dikirim ke server perusahaan sehingga privasi tetap terjaga saat fitur bekerja.

Langkah ini menjadi penting mengingat banyak pengguna khawatir fitur keamanan berbasis AI dapat mengakses atau menyimpan isi percakapan pribadi.

Android 12 ke Atas Bisa Menggunakan

Fake Call Detection tersedia melalui aplikasi Phone by Google dan dapat digunakan pada perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 12 atau versi yang lebih baru.

Agar sistem verifikasi bekerja optimal, pengguna juga disarankan menggunakan aplikasi Google Contacts dan Google Messages.

Pada tahap awal peluncuran, Google memprioritaskan fitur tersebut untuk perangkat Pixel sebelum diperluas ke berbagai merek Android lain yang memenuhi persyaratan.

Google Tambah Deretan Fitur AI Baru

Selain Fake Call Detection, Google juga memperkenalkan sejumlah fitur berbasis AI lainnya.

Beberapa fitur yang diumumkan antara lain Wardrobe yang memungkinkan pengguna mencoba pakaian secara virtual, Catch Me Up yang dapat merangkum informasi penting secara otomatis, serta peningkatan kemampuan Circle to Search.

Langkah ini menunjukkan bahwa Google terus memperluas pemanfaatan AI, tidak hanya untuk produktivitas tetapi juga untuk meningkatkan keamanan digital pengguna.

Pengguna Tetap Harus Waspada

Meski teknologi perlindungan semakin canggih, pengguna tetap diimbau berhati-hati ketika menerima panggilan yang meminta uang, informasi pribadi, maupun kode verifikasi.

Jika menerima telepon mencurigakan yang mengatasnamakan anggota keluarga atau kerabat dekat, langkah paling aman adalah melakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi lain sebelum mengambil tindakan.

Kehadiran Fake Call Detection menjadi salah satu upaya Google membantu pengguna Android menghadapi gelombang baru kejahatan siber yang memanfaatkan kecanggihan teknologi AI.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Indonesia Resmi Memiliki Domain Khusus AI Pertama untuk Perkuat Kedaulatan Digital.
Debt Collector Terancam AI, Jutaan Penagihan Utang Kini Dilakukan Robot
Karyawan 9–5 Wajib Baca: Peluang Bisnis Digital 2026 yang Bisa Dimulai Tanpa Resign
Nokia C99 Akan Rilis November 2023 Dengan Fitur Unggulan, Jaringan 5G dan Layar Super AMOLED dan Harga Terjangkau
Realme C53 NFC: Smartphone Entry-Level dengan Desain Shiny Champion, Kapasitas 12GB+128GB, dan Kamera Utama 50M
Samsung Galaxy S21 FE 5G: Varian Terbaru dengan  Layar Dynamic AMOLED 2X yang Memukau dan Harga Baru Rp7.499.000
Perbedaan Set Top Box dan Android TV Box: Transformasi Televisi Biasa Menjadi Televisi Pintar dengan Akses Konten Digital

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:08 WIB

Google Rilis Fitur Anti Penipuan AI, Bisa Deteksi Panggilan yang Meniru Suara Keluarga

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:35 WIB

Indonesia Resmi Memiliki Domain Khusus AI Pertama untuk Perkuat Kedaulatan Digital.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:51 WIB

Debt Collector Terancam AI, Jutaan Penagihan Utang Kini Dilakukan Robot

Senin, 12 Januari 2026 - 19:34 WIB

Karyawan 9–5 Wajib Baca: Peluang Bisnis Digital 2026 yang Bisa Dimulai Tanpa Resign

Sabtu, 17 Juni 2023 - 21:11 WIB

Nokia C99 Akan Rilis November 2023 Dengan Fitur Unggulan, Jaringan 5G dan Layar Super AMOLED dan Harga Terjangkau

Berita Terbaru

Pemain Persigar Garut berusaha menguasai bola saat menghadapi PSAP Sigli dalam laga Grup N Babak 64 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026 di Stadion R Soedarsono, Pasuruan

SEPUTAR OLAHRAGA

Hasil Persigar vs PSAP Sigli 1-1, Laskar Domba Tetap Pimpin Grup

Kamis, 4 Jun 2026 - 12:06 WIB

error: Content is protected !!